USD Stabil di Atas Level Terendah 13 Bulan, Fokus Fed

USD Stabil di Atas Level Terendah 13 Bulan, Fokus Fed

Mata uang Amerika Serikat USD menguat di atas level terendah 13 bulan terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Rabu, karena investor menunggu pernyataan kebijakan Federal Reserve AS (Fed) untuk mendapatkan petunjuk mengenai kapan waktu pengetatan moneter berikutnya. Fed secara luas telah diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan dua harinya yang berakhir pada hari Rabu waktu AS. Investor akan mengawasi petunjuk apakah Fed akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini, dan kapan Fed akan mulai mengurangi portofolio obligasi besarnya.

Pasar fokus pada beberapa kemungkinan diaman Fed dapat mengisyaratkan pada bulan September sebagai tanggal mulai untuk mengurangi neraca keuangannya, kata Stephen Innes, kepala perdagangan di Asia Pasifik untuk OANDA di Singapura. Petunjuk dari Fed tersebut tidak akan mengejutkan, dan mungkin tidak banyak memberikan tumpangan ke greenback, tulis Innes dalam sebuah catatan. Innes menambahkan bahwa hal ini akan menjadi bahasa inflasi di mana kemungkinan kemiringan dovish akan muncul. Inflasi yang lamban membuat USD di bawah tekanan, dan menyebabkan ketidakpastian apakah Fed akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini.

Indeks USD, yang mengukur nilai greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, berada di 94.082. Pada hari Selasa, indeks USD turun ke level 93.638, yang terendah untuk indeks tersebut sejak Juni 2016. Terhadap mata uang Jepang JPY, USD stabil di JPY 111,89, menahan kenaikan setelah naik 0,7 persen pada hari Selasa. USD kembali menguat terhadap mata uang utama di sesi sebelumnya, karena imbal hasil  Treasury AS naik seiring dengan ekuitas AS.

Namun, adanya ketidakpastian yang terus-menerus mengenai kemajuan reformasi kesehatan, serta penyelidikan terhadap campur tangan Rusia dalam pemilihan AS tahun 2016 dan kemungkinan kolusi dengan kampanye Trump, telah menimbulkan awan kelabu mengenai janji pemerintah untuk memotong pajak dan meningkatkan pengeluaran, kata analis. Isu ini telah memperlemah ekspektasi pertumbuhan dan inflasi AS. Kekhawatiran tersebut kembali digarisbawahi oleh adanya berita bahwa sebuah rencana Senat Republik AS untuk mencabut dan menggantikan Obamacare gagal mendapatkan suara yang dibutuhkan untuk mendapatkan persetujuan. “USD telah bertahan tanpa henti selama bulan lalu karena pasar terpaksa melepas perdagangan buah dari refleksi Trump,” kata Heng Koon How, kepala strategi pasar untuk United Overseas Bank di Singapura.

“Beberapa stabilitas jangka pendek akan disambut,” sebut Heng, yang menambahkan bahwa USD mungkin menemukan beberapa dukungan setelah imbal hasil obligasi AS meningkat pada hari Selasa. Imbal hasil pada catatan benchmark 10 tahun berada di 2,322 persen pada hari Rabu, dibandingkan dengan penutupan hari Selasa di 2,326 persen, dan jauh di atas level terendah tiga minggu pada hari Jumat di 2,225 persen. Sementara itu mata uang zona euro EUR bertahan stabil di USD 1,1647. Pada hari Selasa, EUR naik ke USD 1,17125, tertinggi sejak Agustus 2015, dan hanya di bawah level tertinggi 2,5 tahun, didorong oleh survei bisnis Jerman yang lebih kuat dari perkiraan. Indeks sentimen bisnis Ifo mencapai rekor tertinggi,  menunjukkan bahwa Jerman tengah berada dalam euforia terkait iklim bisnis negara tersebut.

error: Content is protected !!