Tips Memilih Indikator Forex Terbaik untuk Trading

5532
belajar forex

Memilih Indikator Trading yang terbaik memegang peranan penting dalam pengambilan keputusan kapan BUY dan SELL bisa dilakukan. Ada tiga hal yang harus diperhatikan dan dipahami ketika memilih indikator trading yaitu Arah Trend Pergerakan Harga, Batas maksimal kenaikan dan penurunan harga dan Waktu yang pas untuk BUY atau SELL.

Begitu banyak indikator yang disiapkan pada trading sotware Metatrader pada prinsipnya terbagi atas 4 peran:

1. Indikator untuk menganalisa Trend

Indikator ini berguna untuk menganalisa trend pergerakan harga apakah sedang uptrend, down trend atau sideway. Indikator ini akan member saran kepada kita untuk membuka posisi BUY/SELL. Jenis indikatornya Average Directional Movement Index, Bolling Bands, Commosity Channel Index, Moving Average, Parabolic SAR dan Standard Deviation.

2. Indikator yang bersifat Oscilallator

Indikator ini bertugas untuk mengkonfirmasi arah Trend yang terjadi. Indikator yang masuk dalam kategori oscillator adalah : Average True Range, Bears power, Bulls Power, De Market, Envelopes, Force Index, Ichimoku kinko hyo, MACD, Momentum, Moving Avarage of Oscillator, Relative Strenght Index, Relative Vigor Index, Stochastic Oscillator, Williams’ Percent Range

3. Indikator berdasarkan Volume Transaksi

Jenis Indikator ini digunakan mengukur psikologi pasar berdasarkan volume transaksi sebagai dasar perhitungannya. Indikator jenis ini misalnya Accumulation/Distribution, Money Flow Index, On Balance Volume dan Volumes, Relative Strange Index (RSI)

4. Indikator Bill William

Indikator ini bergunaka untuk mengukur percepatan dan perlambatan harga dari kekuatan pergerakan harga. Jenis indicator ini seperti Accelerator Oscillator, Aligator, Awesome Oscillator, Fractals, Gator Oscillator dan Market Facilitation Index

5. Custom Indicator

Custom Indicator adalah indikator dalam Meta Trader 4 yang sudah di setting secara default. Untuk penggunaannya kita cukup attach indicator kedalam grafik.

Tidak ada satupun indikator di atas yang bisa menjamin 100% kita berhasil dalam trading. Tapi dengan menggabungkan beberapa indikator forex bisa membantu kita dalam menentukan Open Posisi. Tentunya kita harus mengetahui pengetahuan mendasar dari fungsi masing-masing indikator seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Dari sekian banyak indikator, biasanya hanya 2-3 indikator yang dipakai oleh para trader. 3 Indikator yang biasa digunakan dan dipilih para trader yaitu:

  1. Moving Average (MA) sebagai pengukur arah trend pergerakan harga
  2. Moving Average Convergence Divergence (MACD) sebagai pengkonfirmasi trend
  3. Relative Strength Index (RSI) untuk mengakumulasikan pergerakan chart selama rentang waktu tertentu, dan mengkalkulasikannya kedalam suatu nilai bilangan dari 0 sampai dengan 100. Angka 20 pada RSI bisa diartikan bahwa harga berada pada kondisi OVERSOLD, dan angka 80 adalah kondisi OVERBOUGHT.