Strategi Trading Forex Menggunakan Double Bollinger Band

Strategi Trading Forex Menggunakan Double Bollinger Band

Strategi Double Bollinger Band (DBB) adalah strategi trading mekanis. Anda tidak memerlukan analisis dan interpenetrasi untuk memutuskan apakah setup trading Anda cukup kuat untuk memasuki pasar, atau lemah sehingga Anda melewatinya saja dan menunggu yang lebih baik. Sistem trading mekanis semacam ini bagus bagi mereka yang tidak memiliki kesabaran dan pengetahuan untuk menganalisis pasar dan menemukan setup trading berdasarkan analisis teknis atau sinyal candlestick. Fasilitas ini hanya memberitahu mereka untuk memasuki pasar atau tetap berada di luar.

DBB sangat sederhana. Walaupun Anda menggunakan candlestick di sistem ini, Anda tidak perlu khawatir dengan pola candlestick. Anda tidak perlu tahu pola candlestick yang lemah dan kuat dan membedakannya satu sama lain. Anda tidak perlu tahu apa-apa tentang analisis teknis dan teknik rumit lainnya. Namun, terlepas dari kesederhanaannya, sistem trading ini dapat menghasilkan lebih banyak setup trading, sementara Anda tidak perlu menghabiskan waktu ekstra di depan komputer. Anda hanya memeriksa grafik harian selama beberapa menit per hari, jika ada setup trading berdasarkan sistem ini, Anda mengambil posisi, mengatur stop loss dan perintah target, dan kembali keesokan harinya.

Jadi, sistem trading ini bagus bagi mereka yang suka mengambil beberapa posisi setiap hari dan tidak bisa menangani hari atau beberapa hari karena tidak memiliki setup trading. Namun, Anda harus mempertimbangkan bahwa memiliki lebih banyak setup trading dan mengambil posisi lebih tidak berarti keuntungan lebih banyak. Dalam kebanyakan kasus itu berarti lebih banyak kerugian. Hanya ada dua syarat DBB: (1) ada setup trading yang terbentuk pada grafik, sehingga Anda menerimanya, dan (2) tidak ada setup trading di grafik, sehingga Anda bisa memeriksanya lagi keesokan harinya. Tidak perlu waktu lebih dari beberapa detik untuk memeriksa setiap grafik dan melihat apakah ada setup trading yang sudah terbentuk atau tidak.
Anda hanya membutuhkan dua indikator BB. Pasang indikator BB di grafik Anda dengan pengaturan sebagai berikut:

Period:20
Deviation:2
Shift: 0

Karena deviation yang dimasukkan angka 2, maka selanjutnya BB ini dinamakan BB-2. Kemudian pasang lagi indikator BB yang lain, tetapi di kotak deviation masukkan angka 1. BB yang ini dinamakan BB-1. Pengaturannya sebagai berikut:

Period:20
Deviation:1
Shift: 0

Itu saja yang perlu Anda pasang di grafik Anda. Pasang di chart daily.

Untuk membuka posisi buy:
•    Pastikan ada candlestick yang close di atas upper band BB-1 tetapi masih di bawah upper band BB-2.
•    Lihat dua candlestick sebelumnya. Kedua candlestick tersebut harus close di bawah upper band BB-1 tetapi di atas middle band.
•    Jika Anda sudah melihat setup seperti ini, Anda boleh membuka posisi buy di harga close candlestick yang ke-3 tersebut. Ingat, candlestick ke-3 harus sudah close.
•    Tempatkan stop loss (SL) di harga LOW candlestick ke-3, sementara target profit (TP) bisa ditempatkan sejauh dua kali jarak SL. Jadi, jika misalnya SL Anda sebesar 200 pips, maka TP bisa ditempatkan sejauh 400 pips.

Untuk membuka posisi sell:
•    Pastikan ada candlestick close di bawah lower band BB-1 tetapi masih di atas upper band BB-2.
•    Lihat dua candlestick sebelumnya. Kedua candlestick tersebut harus close di atas lower band BB-1 tetapi di bawah middle band.
•    Jika Anda sudah melihat setup seperti ini, Anda boleh membuka posisi sell di harga close candlestick yang ke-3 tersebut. Ingat, candlestick ke-3 harus sudah close.
•    Tempatkan stop loss (SL) di harga HIGH candlestick ke-3, sementara target profit (TP) bisa ditempatkan sejauh dua kali jarak SL.

error: Content is protected !!