Strategi Menggunakan Trendline dalam Forex Trading

779

Trendline adalah garis yang dibuat secara subyektif oleh trader pada chart. Sebagai salah satu alat analisa teknikal trendline paling sederhana. Meskipun terlihat sederhana, trendline merupakan salah satu alat analisa yang berpotensi memberikan keuntungan. Di dunia trading ada adagium ‘trend harga adalah sahabat’. Sebagai trader, Anda harus bersahabat dengan trend harga. Menjadikannya sebagai musuh atau lawan ketika trading akan membuat Anda kepayahan, bahkan bisa berujung kerugian. Pasar tidak bisa ditaklukan. Sebagai trader, Anda harus menyusuri alur ke mana pasar akan bergerak. Ikuti arah itu.

Trendline membantu Anda untuk mengenali arah ke mana trend pasar akan bergerak. Alat analisa ini juga berfungsi sebagai support dan resistance. Agar analisa Anda lebih akurat trendline perlu Anda kombinasikan dengan indikator teknikal lain yang mudah Anda pahami. Seperti namanya, yang paling utama yang harus Anda kenali dari alat analisa ini adalah mengenali trend pasar yang sedang berlangsung atau sedang terjadi. Hanya ada tiga kemungkinan pergerakan pasar yakni naik atau uptrend, datar atau sideway dan turun atau downtrend. Ketiga arah pasar ini bisa Anda lihat secara kasat mata. Nah garis trendline bisa Anda tarik sesuai dengan trend yang terjadi pada saat itu.

Jika Anda sudah manarik garis trendline pada chart atau grafik yang Anda punyai di monitor komputer Anda maka tahap selajutnya Anda hanya perlu untuk menunggu terjadinya koreksi. Jika koreksi terjadi dan mencapi area trendline yang telah Anda buat artinya pasar sedang mencari konfirmasi sinyal bullish atau bearish sebelum trendline tersebut tertembus. Agar Anda lebih mudah membaca sinyal naik atau turun Anda bisa memasang indkator teknikal lainnya seperti oscillator pada chart Anda. Sebagai penyaringnya Anda bisa menggunakan stochastic dan CCI yang bisa membantu Anda menemukan sinyal buy atau sell. Agar sistem trading Anda lebih kuat dan akurat Anda bisa menggunakan konfirmasi pola candlestick.

Apapun kombinasi indikator analisa teknikal yang Anda gunakan pastikan bahwa indikator itu tidak menyulitkan Anda ketika membacanya dan tentu saja harus sesuai dengan karakter Anda. Indikator analisa harus sesimpel mungkin agar mudah Anda pahami mengingat perubahan harga yang sedemikian cepat. Ingat, trendline itu sederhana tapi multiguna. Dengan trend line Anda bisa melihat petunjuk seberapa kuat atau lamanya suatu trend akan bertahan. Secara umum harga akan bergerak naik dan turun pada kanal trendline.

Untuk opsi buy. Anda harus memastikan bahwa sedang berlangsung trend naik atau uptrend. Tunggu sampai terjadi koreksi ke area trendline. Bila terjadi koreksi tunggu konfirmasi sinyal bullish yang bisa Anda lihat dari stochastic dan CCI. Bila sinyal bullish diikuti oleh kemunculan pola candlestick maka sinyal bullishnya semakin kuat. Target profit (TP) bisa Anda tempatkan pada resistance terdekat sedangkan stoploss (SL) Anda tempatkan di bawah trendline atau sekitar 10-20 pips. Untuk opsi sell. Anda harus memastikan kondisi pasar sedang turun atau downtrend. Tunggu terjadinya ke area trendline. Bila ada koreksi tunggu konfirmasi sinyal bearish yang bisa Anda lihat pada stochastic dan CCI. Jika sinyal bearish didukung kemunculan pola candlestick, maka akan semakin kuat. Tempatkan TP di support terdekat, SL di atas trendline atau 10-20