Panduan Teknis Melakukan Open Trader

1257
belajar forex Panduan Teknis Melakukan Open Trader

Banyak trader memilih posisi yang bertentangan dengan kondisi pasar. Akibatnya setiap kali mengambil posisi, profit yang ditunggu-tunggu tidak pernah mampir. Karena itu ketika trader hendak bertransaksi, dia harus melakukan analisis. Trader harus memastikan kapan bisa open buy dan kapan harus open sell. Selama trader membuka posisi trading berdasarkan analisa, maka kemungkinan besar bisa profit. Trader juga bisa lebih konsisten mendapatkan profit ketimbang loss.

Seringkali trader bingung untuk menentukan kapan saat yang tepat untuk open buy atau open sell. Dia khawatir jika memilih buy harga malah turun. Jika memilih sell harga malah bergerak naik. Sementara akunnya tidak cukup amunisi untuk menahan pergerakan harga. Akhirnya main tebak-tebakan untuk buy atau sell dan tidak bisa berpikir logis lagi karena tertekan. Apakah ada panduan teknis tertentu agar sebagai trader Anda tepat memilih posisi buy atau sell? Bila Anda hendak mengambil posisi pertama kali, di posisi buy misalnya, Anda hanya perlu mengikuti arah trend pasar saat itu dan amati sinyal yang ada pada sistem Anda. Perhatikan juga support yaitu batas bawah dan resistance atau batas atas.

Pada dasarnya trading seperti di forex Anda hanya perlu melihat kondisi pasar, lalu memprediksi apakah nilai pasangan mata uang yang Anda pilih nantinya akan naik atau turun. Prediksi itu kemudian dieksekusi dengan membuka posisi buy jika nilai pasangan mata uang yang Anda pilih diprediksi naik. Misalnya Anda masuk di posisi buy untuk pasangan mata uang EUR/USD di 1.3000. Beberapa saat berlalu Anda tutup di 1.3064.
Ini artinya Anda take profit 64 pip. Namun jika Anda tutup di 1.250 Anda mengalami loss 50 pip.

Atau Anda memilih posisi sell jika nilai pair mata uang yang Anda pilih diprediksi turun. Sama seperti pada saat buy, Anda harus memperhatikan trend pasar saat itu. Kapan harus melakukan sell tergantung sinyal pada sistem Anda. Semakin Anda paham sistem Anda, Anda akan semakin paham kapan harus sell. Bila terjadi trend down, dan sinyal pada sistem Anda terdapat aksi cross atau over, maka Anda bisa memasang sell. Misalnya Anda memilih posisi sell GBP/USD di 1.500. Lalu Anda tutup di 1.400, Anda mendapat profit 100 pip. Akan tetapi jika Anda tutup di 1.650, Anda loss 150 pip.

Salah satu pesan penting sebelum Anda melakukan transaksi, lihat trend pasar ke mana harga akan bergerak. Lakukan analisa terkait trend itu, jika kondisi pasarnya datar-datar saja jangan ambil posisi transaksi. Anda harus memastikan arah trend naik atau turun baru ambil posisi buy atau sell. Setelah Anda memastikan trend harga yakinlah bahwa pilihan posisi Anda itu benar. Anda harus percaya  pada analisa dan dasar yang Anda gunakan untuk menganalisa pasar. Pastikan prediksi Anda benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Ingat, prinsip trading: buy jika harga diprediksi akan naik, dan sell jika harga diprediksi akan turun. Jika prediksi Anda benar maka Anda akan memperoleh keuntungan, jika salah maka Anda rugi.