Mengenal Strategi Scalping dalam Forex Trading

772

Para trader di pasar forex sudah sangat kenal dengan metode scalping. Scalping sangat populer bagi para tader karena metode ini memudahkan mereka untuk membuka dan menutup posisi trading dalam waktu singkat antara time frame satu menit hingga lima menit. Scalping dianggap paling aman karena time frame-nya pendek, para trader menahan posisi dalam waktu singkat, pengamatan terhadap kondisi pasar  terbatas, dan risiko yang timbul lebih kecil. Scalper sejati cenderung fokus pada spread. Mereka kurang memperhatikan kondisi pasar baik trending maupun sideways karena dampaknya diaggap tidak signifikan. Scalper hanya mencermati volatilitas harga dengan periode waktu yang singkat.

Namun tidak semua trader menggemari strategi scalping mengingat profit yang didapat tidak besar. Akan tetapi, mengingat strategi scalping memungkinkan para trader untuk membuka posisi lebih dari satu maka profit yang didapat bisa cukup besar. Para scalper memanfaatkan time frame yang pendek karena mereka mau menghindar dari risiko besar. Mereka lebih memilih bermain aman. Bagi scalper lebih baik trading dengan frekuensi tinggi mekipun profitnya kecil daripada sekali gebrak untuk profit besar namun tidak aman. Scalper membutuhkan kesabaran. Scalper juga harus rajin membuka posisi agar meraih profit sesering mungkin. Karena itu scalper tidak cocok untuk trader yang mengandalkan analisa yang serius untuk mendapatkan hasil yang spektakuler.

Bagi Anda yang hendak melakukan trading dengan strategi scalping, Anda perlu perhatian serius. Karena scalper murni bisa membuka dan menutup posisi dalam jumlah yang banyak. Bahkan dalam sehari seorang scalper bisa membuka lebih dari seratus posisi. Dengan posisi sebanyak ini seorang scalper akan sangat hati-hati dalam membuka atau menutup posisi. Memang sekilas tampak sulit tetapi scalper yang sudah terbiasa dengan metode ini akan merasa nyaman bahkan sulit untuk beralih ke metode lain. Untuk menjadi scalper sejati perlu latihan serius dan kontinyu dengan komitmen penuh.

Ketika trading, seorang scalper perlu memperhatikan peggunaan ukuran lot atau besarnya volume trading. Ukuran lot yang berbeda pada setiap pembukaan posisi sangat berbahaya. Prinsip strategi scalping yakni menutup kerugian dengan profit yang diperoleh. Jika ukuran lot Anda berubah-ubah atau tidak konsisten, cepat atau lambat kalkulasi perolehan profit trading Anda secara keseluruhan akan terganggu. Mayoritas scalper memanfaatkan perubahan likuiditas pasar yang tiba-tiba untuk memperoleh profit. Scalping mengandalkan volatilitas di pasar forex. Mereka mengidentifikasi ketidakseimbangan permintaan dan penawaran untuk membaca peluang buka posisi. Ketidakseimbangan karena kekurangan likuiditas di posisi buy atau sell itu biasanya terjadi sementara dan scalper memanfaatkannya untuk mengambil keuntungan.

Misalnya Anda trading pair EUR/USD. Dalam kondisi normal spreadnya cukup kecil dan jarang terjadi gap yang cukup besar atau lebar. Akan tetetapi pada situasi tertentu karena faktor fundamental, terdapat perbedaan yang signifikan antara bid dan ask, misalnya bid di 1.3010 ask di 1.3050. Scalper akan memanfaatkan fluktuasi kilat ini untuk meraup profit. Scalper umumnya meraih profit dari reaksi emosional pasar.