Mengenal Regulasi Pasar Forex

163
mengenal regulasi pasar forex

Pasar forex adalah pasar terbesar dan paling likuid di dunia – sekitar USD 5,3 miliar diperdagangkan setiap hari. Ada ratusan broker forex dan broker baru terus membuka pintu mereka untuk umum. Hal ini menyulitkan para trader untuk memilih broker terbaik terutama menyangkut kejujuran dan transparansi. Bagi trader forex ritel, kerugian terbesar terhadap kurangnya peraturan forex bagi kebanyakan pialang adalah aktivitas ilegal atau penipuan langsung serta kerugian pelarian di pasar yang kian didominasi oleh aktivitas spekulatif dan institusi besar. Mengikuti serentetan penipuan terkait forex selama periode antara tahun 2001 dan 2008, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) AS menciptakan sebuah satuan tugas khusus untuk mengatasi masalah tersebut dan peraturan forex yang kaku diperkenalkan beberapa tahun kemudian untuk melindungi trader forex ritel.

Berdasarkan Commodity Exchange Act (CEA), CFTC mengambil yurisdiksi atas transaksi forex leverage yang ditawarkan ke klien ritel di AS. Undang-undang tersebut hanya mengizinkan entitas yang diatur untuk bertindak sebagai counterparty untuk transaksi forex dengan pelanggan ritel di AS dan mengharuskan semua trader forex online terdaftar dan memenuhi standar keuangan ketat yang diberlakukan oleh National Futures Association (NFA). Pada tingkat institusional, bank yang bertanggung jawab atas 95 persen trading forex harian, diatur dengan ketat. Federal Reserve AS dan Departemen Keuangan AS sangat memperhatikan peraturan di industri forex dan memantau broker dengan seksama untuk mengetahui manipulasi.

Untuk menghindari penipuan dari broker abal-abal, Anda harus memastikan bahwa broker yang menjadi mitra Anda itu teregulasi  atau memiliki izin. Di Indonesia, regulasi bagi broker forex diberikan oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti. Lembaga ini berada di bawah Menteri Perdagangan Republik Indonesia dan berkoordinasi dengan Bank Indonesia, Bapepam, Kejaksaan Agung, dan Kepolisian RI. Bappebti membawahi Bursa Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka. Tugasnya mengawasi dan mengatur para pialang dan pedagang berjangka di Indonesia. Bappebti mengemban tugas berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Trading forex berada di wilayah perdagangan berjangka sehingga meruapakan kewenangan Bappebti.

Dengan adanya Bappebti Anda bisa menilik daftar broker teregulasi di Indonesia pada situs resminya yang beralamat di www.bappebti.go.id. Anda juga bisa langsung menanyakan ke kontak Bappebti lainnya seperti email: bappebti@bappebti.go.id. Kini ada 67 pialang berjangka yang terdaftar di Bappebti sebagai broker teregulasi. Jika ada broker yang menyimpang dari peraturan maka Bappebti akan membekukan izin, memberi sanksi tertentu, atau mencabut izin. Bappebti juga menerima pengaduan dari nasabah. Jika Anda bermasalah dengan broker Anda maka Anda bisa mengadu ke Bappebti. Bappebti telah melakukan peluncuran aplikasi pengaduan nasabah secara online. Melalui aplikasi ini, Anda tak perlu mengadu ke kantor Bappebti, tapi cukup dengan mengakses link http://pengaduan.bappebti.go.id/.

Di era digital sekarang ini banyak beredar berbagai jenis modus penipuan, termasuk penipuan berkedok broker forex. Para pemula yang belum banyak belajar forex seringkali jadi korban. Jika Anda sudah mengetahui adanya Bappebti, Anda bisa mengetahui broker mana yang sungguh-sungguh memiliki izin untuk beraktivitas di Indonesia, dan broker mana yang tidak memiliki jaminan regulasi. Mengetahui bahwa broker yang digunakan telah teregulasi bisa memberikan kenyamanan ekstra saat Anda trading forex dan berusaha meraih sukses darinya.