Mengenal Jenis Trader dan Karakteristiknya dalam Forex Trading

575
Belajar Fortex Mengenal Jenis Trader dan Karakteristiknya dalam Forex Trading

Tipe manusia berbeda-beda. Ada koleris yang keras bak serdadu. Ada sanguin yang periang namun suka lupa. Ada si melankolis yang penuh pertimbangan. Ada pula si plegmatis yang pasrah. Apakah tipe-tipe kepribadian ini ikut menentukan keputusan seorang trader dalam mengambil posisi? Jawabannya, bisa iya bisa tidak. Tetapi seorang trader harus kenal siapa dirinya. Dengan mengenal diri, dia akan mampu mengendalikan diri ketika bertransaksi. Ingat, tujuan setiap transaski di pasar forex adalah profit. Jangan sampai karena agresivitas Anda, profit berubah jadi loss.

Secara umum ada tiga tipe trader dalam forex trading yakni scalper, intraday dan swinger. Tipe trader pertama adalah scalper atau spekulator. Secara harafiah scalper bisa diartikan sebagai kutu loncat. Ini adalah trader tipe aktif. Yang penting profit, besar atau kecil tak masalah. Kisaran profit antara 1-20 pip per transaksi. Sangat singkat mpertahankan posisi. Bisa dalam hitungan detik atau menit. Frekuensi transaksinya tinggi. Jumlah lot besar. Bisa ambil banyak posisi. Timeframe kecil yang diperhatikan mulai dari  M1, M5, hingga H1. Scalper bukan pilihan untuk pemula. Trader tipe ini memerlukan tingkat kesabaran yang tinggi. Mentalnya juga harus kuat karena tidak memakai stop loss. Harga dipantaiu secara real time. Perlu waktu untuk lebih lama di depan monitor. Scalper yang menentukan kapan harus ambil untung dan kapan harus cut loss.

Kedua, trader harian / intraday trader. Trader tipe ini akan mengambil untung dari fluktuasi mata uang. Dalam sehari mereka akan membuka beberapa posisi. Posisi akan dibuka dan ditutup pada hari yang sama. Mereka juga bisa menahan posisi hingga hari berikutnya jika target dan ekspektasinya belum tercapai. Target profitnya antara 50 – 100 pips. Timeframe yang dipakai antara M15 hingga D1. Trader harian jarang memantau posisi transaksi mereka secara real time. Untuk mengantisipasi kerugian mereka akan memasang stop loss yang tentu saja sesuai dengan batas toleransi yang sesuai dengan kondisi keuangan mereka.

Ketiga, swinger /long-term trader. Targetnya jangka panjang. Mereka bisa menahan posisi  dalam kurun waktu yang lama. Lamanya bisa seminggu bahkan berbulan-bulan. Untuk bisa menahan pergerakan harga swinger harus memiliki margin yang besar. Target profit di atas 300 pips untuk setiap kali transaksi. Timeframe skala besar yang dipakai seperti W1 dan M1. karena itu swinger sering memperhatikan faktor fundamental

Silahkan menentukan pilihan. Sesuaikan juga dengan karakter Anda. Pilihlah yang sesuai dengan tujuan serta seberapa berani Anda untuk menghadapi risiko. Kombinasikan bila itu dipandang perlu. Awasi ketersediaan modal Anda. Perhatikan juga waktu Anda. Selebihnya, bila Anda fokus, Anda akan menuai sukses