Ketahui Pengaruh Pemilihan Time Frame dalam Forex Trading

745
belajar forex Money Management Terbaik dalam Forex Trading

Time frame trading menggambarkan perubahan keadaan atau perilaku para pelaku pasar pada periode waktu tertentu. Ada time frame M1 (1 menit), M5, H1 (1 jam), H4, D1 (1 hari), W1 (1 minggu) hingga MN (1 bulan).  Setiap pergerakan harga merefleksikan emosi dan sentimen pelaku pasar. Melalui time frame M1, trader bisa memonitor emosi pelaku pasar setiap menitnya. Demikian seterusnya, hingga pergerakan harga untuk sebulan Anda bisa melihatnya melalui kerangka waktu MN. Semakin panjang time frame yang Anda gunakan, Anda akan lebih banyak mendapat data perubahan emosi pelaku pasar dan data perubahan harga.

Pemilihan time frame ketika trading sangat bergantung pada metode dan strategi yang Anda pakai. Time frame trading membantu Anda dalam menentukan posisi stop loss dan target yang Anda inginkan, juga risk dan reward, yang bisa berdampak pada kemungkinan Anda mengalami profit atau loss. Time frame bisa menentukan validitas sinyal trading serta hasil trading Anda.

Seperti relasi antar manusia, dimana durasi cukup menentukan kualitas kita dalam mengenal seseorang, trading juga demikian. Anda tidak mungkin mengatakan si A baik atau si B buruk hanya dalam sekelebat pertemuan. Baik atau buruk itu karakter seseorang, Anda tidak bisa menilainya dalam waktu lima atau lima belas menit pertemuan. Durasi atau time frame dalam trading, membantu Anda untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap dan menyeluruh tentang keadaan pasar.

Jika Anda memperhatikan time frame M5 untuk USD/JPY misalnya, Anda akan kesulitan untuk melihat lebih jelas apakah trend harga sedang naik atau turun. Namun, bila Anda memperhatikan time frame daily atau weekly, Anda akan dengan jelas melihat naik atau turunnya harga. Sulit untuk membaca sentimen pasar tanpa melihat time frame panjang karena di sana ada banyak data yang bisa Anda analisa. Pada time frame pendek seperti M5, pergerakan harga kurang berarti atau noise. Sementara, pada time frame H1, Anda akan melihat pergerakan harga yang terarah. Demikian seterusnya semakin menguat pada time frame H4, hingga time frame D1. Meskipun ada banyak sinyal trading pada time frame rendah, namun tidak selalu menghasilkan profit, bahkan banyak yang menimbulkan kerugian.

Pemilihan time frame juga berpengaruh pada aplikasi stop loss atau take profit yang Anda pasang. Masalah yang sering dihadapi oleh para trader harian dengan time frame rendah adalah pemasangan stop loss. Pada penempatan yang normal, kemungkinan stop loss untuk kena lebih besar karena level stop loss yang Anda psang berada pada range statistik rata-rata time frame yang panjang. Selain itu, trading dengan time frame pendek juga cenderung over trading. Trader cenderung tergoda untuk masuk saat melihat ada sinyal-sinyal trading meski sangat kecil kemungkinannya untuk bisa meraih profit yang memadai.