Kenali Kebiasaan Buruk dalam Forex Trading

610
Belajar Forex Kenali Kebiasaan Buruk dalam Forex Trading

Ada beberapa perilaku atau kebiasaan buruk dalam trading. Kebiasaan buruk yang paling umum terjadi adalah memasang Stop Loss terlalu pendek,  menutup posisi profit terlalu awal atau ragu-ragu mengambil posisi. Dan ternyata, penyebab semua kebiasaan buruk trading itu adalah takut rugi. Karena takut rugi, trader melakukan cut loss sebelum harga mencapai titik stop loss yang telah dipasang. Ketakutan semacam ini sebenarnya bisa Anda lawan. Untuk melatihnya Anda harus secara aktif berbicara kepada diri sendiri terutama ketika ketakutan itu mulai melanda Anda. Dan, ingat, ketika Anda melakukan trading, hanya ada dua kemungkinan: profit atau loss.

Karena hanya ada dua kemungkinan itu, Anda disarankan untuk tidak mengambil posisi dengan jumlah lot yang terlalu banyak. Inilah salah satu kebiasaan buruk para trader. Mereka tidak mampu mengendalikan diri ketika mengambil posisi buy atau sell. Mereka sering mengambil posisi dengan jumlah lot yang besar dengan harapan akan meraih profit yang besar pula. Padahal cara seperti ini menyimpan risiko loss yang besar juga.

Dalam setiap kesempatan mengambil posisi Anda juga harus memperhitungkan margin atau dana yang Anda miliki.  Sebagai trader, sebelum mengambil posisi dan menentukan jumlah lot, Anda harus tahu berapa besar dana yang Anda siapkan untuk trading. Setelah mengetahuai kekuatan finasial, Anda juga mesti memahami berapa syarat margin untuk 1 transaksi, dan seterusnya. Perhitungan ini penting dilakukan agar Anda terhindar dari margin call yang sewaktu-waktu bisa mengakibatkan cut loss karena dana Anda tidak cukup untuk floating atau menahan posisi Anda.

Kebiasana buruk berikutnya adalah trader membiarkan posisi terbuka dengan floating minus yang semakin besar. Kebiasaan buruk ini timbul karena mereka berharap pasar balik arah. Mereka takut menutup transaksi yang sudah dibuka setelah mencapai minus yang tidak sedikit. Lalu muncul pengandaian bahwa itu hanya terjadi koreksi di pasar dan balik arah akan segera terjadi. Ternyata harga tidak bergerak sesuai prediksi dan menimbulkan floating yang semakin membesar. Anda harus berani menutup posisi transaksi yang salah itu dan membuka posisi baru.

Kebiasaan buruk lainnya adalah menyalahkan posisi Stop Loss yang telah Anda pasang. Anda menuding loss yang Anda alami akibat Stop Loss yang Anda pasang salah posisi. Apalagi posisi Anda masih floating, namun karena Stop Loss Anda otomatis keluar dari posisi Anda.  Padahal margin Anda masih memadai. Sebenarnya untuk menambah floating yang lebih besar Anda hanya perlu menaikkan angka Stop Loss atau menambah equity Anda. Ingat, Stop Loss adalah instrumen penting untuk mengelola risiko trading Anda. Tanpa Stop Loss Anda mungkin kehilangan uang lebih banyak akibat cut loss. Selanjutnya, kebiasaan buruk yang paling sering terjadi adalah ketidaksabaran dan ketidakdisiplinan seorang trader. Bagi dia, yang penting ambil posisi. Padahal pasar sedang bergerak liar tak tentu arah. Ada juga trader yang tidak disiplin terkait target profit. Setelah mendapat 20pips per hari, masih juga mau membuka posisi baru dan merugi. Jangan serakah. Cukupkanlah dirimu dengan apa yang kamu dapatkan hari ini