JPY Menguat vs USD Pasca Peluncuran Rudal Korea Utara

13
belajar analisa Forex

Mata uang Jepang JPY menguat terhadap mata uang Amerika Serikat USD pada hari Jumat, setelah tertekan sebelumnya karena Korea Utara menembakkan rudal terbarunya ke Jepang meski jatuh jauh di Samudera Pasifik. Ini tentu saja menghidupkan kembali kekhawatiran investor mengenai risiko geopolitik. Pada awal perdagangan Asia pada hari Jumat, USD meluncur dari sekitar JPY110,25 ke level JPY109,55 sesaat setelah laporan peluncuran rudal Korea Utara. USD kemudian mengurangi kerugiannya, dan diperdagangkan terakhir pada JPY110,19, sedikit berubah dari akhir perdagangan AS hari Kamis.

Jepang adalah negara kreditor bersih terbesar di dunia, dan pada saat trader yang tidak pasti menganggap pemulangan Jepang atas dana luar negeri mereka akan mengganggu penjualan aset Jepang oleh investor asing. Akibatnya, JPY terus beroperasi sebagai mata uang safe haven meskipun jarak geografis Jepang ke Korea Utara tak jauh. Terhadap mata uang Swiss CHF, salah satu safe haven yang lain, USD stabil pada hari ini di CHF0.9635, setelah tergelincir serendah CHF0,9614 di awal perdagangan Asia. Sementara pasar keuangan mungkin tetap gelisah untuk saat ini, reaksi pasar secara keseluruhan terhadap peluncuran rudal Korea Utara mungkin akan terbukti berumur pendek, kata pelaku pasar.

Masashi Murata, ahli strategi mata uang untuk Brown Brothers Harriman di Tokyo, mengatakan bahwa pasar memperkirakan Korea Utara dapat membalas dengan sanksi terakhir yang diberlakukan terhadap Pyongyang oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). USD tidak mungkin melihat adanya penurunan besar terhadap JPY, terutama setelah data inflasi konsumen AS yang terbaru memperkuat harapan bahwa Fed dapat menaikkan suku bunga lagi pada akhir tahun, tambah Murata.

“Kami melihat ekspektasi kenaikan suku bunga telah meningkat dibandingkan dengan yang terlihat pada awal September, mendorong imbal hasil obligasi AS. Dan saya pikir itu mendukung USD versus JPY,” katanya.

Korea Utara menembakkan sebuah rudal pada hari Jumat yang terbang di atas pulau Hokkaido utara Jepang dan jauh jauh di Samudera Pasifik, kata pejabat Korea Selatan dan Jepang, yang selanjutnya meningkatkan ketegangan setelah uji coba Pyongyang baru-baru ini terhadap sebuah bom nuklir yang kuat.