Indikator Ekonomi Terpenting dalam Forex Trading

853
Belajar Forex Indikator Ekonomi Terpenting dalam Forex Trading

Pakar dan analis selalu membicarakan arah perekonomian. Itu adalah pekerjaan mereka. Namun yang namanya analisa atau prediksi bisa salah bisa benar tergantung seberapa valid data yang mereka miliki. Untuk mendapat kepastian tidak jarang para pelaku pasar memperhatikan data-data perkembangan ekonomi melalui publikasi dari lembaga-lembaga pemerintah terkait ekonomi suatu negara. Data ekonomi terbaru penting diamati karena itulah yang menjadi indikator penting yang bisa menjadi parameter bagi pelaku pasar untuk mengambil keputusan investasi maupun trading mereka.

Secara garis besar ada dua indikator ekonomi yang lazim diamati para pelaku pasar. Pertama, indikator leading. Indikator ini digunakan untuk memprediksi trend ekonomi di masa depan. Kedua, indikator lagging. Meski tidak memperlihatkan arah pergerakan ekonomi, indikator ini mengkonfirmasi perubahan yang sudah terjadi, serta mengindikasikan kecenderungan perubahan ekonomi ke depan.

Indikator leading pertama yang sering diamati para pelaku pasar adalah pasar saham. Pergerakan indeks harga saham akan bergantung pada seberapa gemilang kinerja emiten yang tercatat sebagai anggota di bursa saham tersebut. Kinerja emiten berbanding lurus dengan keadaan ekonomi saat itu. Badan usaha milik negara maupun swasta merupakan penggerak perekonomian suatu negara. Bila pendapatan para pelaku ekonomi meningkat harga sahamnya terutama saham unggulan akan menguat dan minat beli investor terhadap saham tersebut juga meningkat.

Kedua, aktivitas manufaktur. Indikator ini mempengaruhi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB). Meningkatnya aktivitas manufaktur menunjukan adanya peningkatan permintaan pada produk manufaktur tersebut. Tingginya permintaan pada akhirnya akan lebih menggerakkan perekonomian. Aktivitas manufaktur akan mendorong adanya ekspansi produk. Ini akan semakin banyak menyerap tenaga kerja dan membuka lapangan kerja baru yang berujung pada naiknya pendapatan mereka. Aktivitas manufaktur juga mempengaruhi peningkatan volume ekspor negara produsen. Ini juga akan mempengaruhi neraca perdagangannya. Surplus neraca perdagangan cenderung memperkuat nilai tukar mata uang negara tersebut.

Ketiga, penjualan ritel. Indikator ini berkaitan dengan ketersediaan barang dan aktivitas manufaktur. Produk retail langsung menyentuh konsumen dan berdampak pada tingkat inflasi. Meningkatnya data penjualan retail sering dikaitkan dengan kenaikan PDB yang pada gilirannya memperkuat nilai tukar mata uang. Hanya saja data ini tidak secara spesifik menyebutkan bagaimana cara konsumen mendapatkan barang-barang tersebut, apakah mereka membeli barang tersebut secara kredit atau tunai. Jika mayoritas diperoleh dengan cara kredit, atau melalui pinjaman, akan memunculkan kekhawatiran baru seperti kredit macet yang bisa saja mengguncang pasar keuangan bahkan perekonomian negara.

Berbeda dengan indikator leading, indikator lagging berubah seiring perubahan kondisi ekonomi. Indikator ini mengkonfirmasi perubahan tersebut dan membantu identifikasi trend perekonomian dalam jangka waktu tertentu. Indikator lagging penting yang sering mendapat perhatian para pelaku ekonomi adalah PDB, pendapatan dan upah, tingkat pengangguran, tingkat inflasi, nilai mata uang, tingkat suku bunga, laba perusahaan-perusahaan besar, neraca perdagangan dan harga komoditi dalam dolar AS.