Indikator Dasar Terbaik untuk Short Term Trading

1204
Belajar Forex Indikator Dasar Terbaik untuk Short Term Trading

Para trader mengira bahwa hanya dengan memanfaatkan rilis data ekonomi mereka mampu membukukan keuntungan saat trading. Padahal sering terjadi pasar telah menyerap terlebih dahulu data ekonomi tersebut dan bereaksi sebelum data dirilis. Trader harus bisa mencari petunjuk kapan mereka bisa membuka dan menutup posisi. Untuk itu sejumlah prasyarat harus dipenuhi. Sebelum melakukan transaksi short term Anda harus mengenali trend harga yang sedang berlangsung. Jika harga cenderung naik Anda mencari peluang beli. Jika harga cenderung turun Anda memilih peluang jual. Ini penting.

Pasar akan selalu bereaksi terhadap setiap berita, data atau rumor yang beredar. Reaksi pasar akan terbaca pada naik atau turunnya harga. Ini artinya apapun informasi baik data inflasi, kebijakan moneter, situasi geopolitik, harga komoditas, dan lain-lain akan mempengaruhi pergerakan harga. Ketika Anda hendak memanfaatkan peluang melalui pergerakan harga yang ada, Anda perlu melakukan analisa teknikal terutama untuk trading jangka pendek.

Ada dua indikator dasar untuk short trem trading. Indikator-indikator itu adalah Bollinger Band dan Moving Average. Para pelaku pasar memiliki cara tersendiri dalam menerapkan Bollinger Band, Ada yang memilih buy ketika harga menyentuh batas bawah Bollinger Band dan menutup posisinya ketika harga mencapai Moving Average dari Bollinger Band. Mereka akan mengambil posisi sell ketika harga mencapai batas atas Bollinger Band, dan menutup posisinya di garis Moving Average. Ada juga yang mengambil posisi buy saat harga melewati batas atas Bollinger Band, dan sell ketika harga melewati batas bawah Bollinger Band.

Mark Larsen, seorang trader dan peneliti indikator pasar derivatif, merekomendasikan penggunaan Bollinger Band dengan memakai periode 10 sebagai acuan untuk masuk pasar. Jika harga menyentuh batas bawah Bollinger Band namun ditutup di atas garis tersebut, dan kemudian menguat, maka nilai batas bawah Bollinger Band menjadi indikator. Saat harga ditutup di bawah nilai indikator, itu menjadi sinyal konfirmasi untuk mengambil posisi buy/long. Akan tetapi jika harga mencapai batas atas Bollinger Band dan ditutup di bawah garis tersebut lalu melemah, maka nilai batas atas Bollinger Band tersebut menjadi indikator. Setelah harga kembali naik, dan ditutup di atas nilai indikator, itu menjadi sinyal konfirmasi untuk mengambil posisi sell/short.

Mayoritas trader lebih memilih short term trading untuk mendapat target profit dengan beberapa pips namun bisa lebih dari sekali dalam sehari. Hanya saja yang menjadi kendala adalah konsistensi Anda untuk meraih profit sesuai harapan. Dengan niat mendapat 30 pips per hari Anda bisa saja bosan dan melakukan kesalahan fatal yang berdampak pada floating loss. Karena itu untuk melakukan trading jangka pendek Anda sebaiknya mamakai beberapa metode analisa. Yang penting Anda mengerti metode apa yang Anda gunakan itu dan tahu kapan Anda harus memnggunakannya. Pastikan Anda benar-benar telah memahaminya.