Fixed Spread Vs Variable Spread dalam Forex Trading

192
belajar forex fix variable spread

Saat mencari calon broker, penting untuk meneliti bagaimana mereka menjual spread mereka. Seiring waktu, spread yang dibayar oleh trader berakhir dengan biaya yang signifikan, dan harus menjadi pertimbangan utama saat memilih broker forex. Broker forex umumnya menawarkan dua jenis spread trading yakni variabel atau fixed. Jadi, mana pilihan yang lebih baik? Ada pendapat yang berbeda di antara para trader dan itu tergantung pada gaya trading individu. Pertama, mari kita lihat perbedaan antara dua struktur spread. Dengan spread variabel, selisih antara harga beli dan jual pasangan mata uang tertentu berfluktuasi dalam kisaran. Spread variabel untuk pasangan EUR / USD umumnya berbeda antara 1 sampai 4 pips untuk kebanyakan broker, namun selama kondisi pasar yang volatile sebenarnya spread variabel bisa hingga 8 atau bahkan 10 pips. Spread berkorelasi dengan peningkatan likuiditas di pasar dan benar-benar rendah pada saat tidak aktifnya pasar.

Di sisi lain, spread tetap telah ditentukan sebelumnya dan tetap konstan sepanjang semua kondisi trading. Spread tetap biasanya akan berada dalam kisaran spread variabel, dan umumnya ditetapkan pada 2 atau 3 pip untuk EUR / USD. Meskipun trader pada dasarnya membayar premi kecil selama jam pasar yang sepi, ketika variabel spread mungkin lebih rendah, broker memastikan bahwa spread tersebut tidak akan melebar bahkan pada kondisi pasar yang paling tidak stabil. Spread tetap memungkinkan trader untuk melakukan strategi yang lebih baik tanpa memberikan anjak piutang dalam variabel tak terduga yang meningkatkan biaya transaksi pada saat yang paling penting bagi trader.

Spread variabel mungkin lebih sesuai untuk trader jangka panjang yang tidak melakukan trading selama acara berita dan cenderung masuk dan keluar selama kondisi pasar yang sepi. Dengan cara ini mereka bisa lebih konsisten mendapatkan harga yang berada pada kisaran spread yang lebih rendah. Misalnya, jika trader memasuki pasar selama waktu di luar puncak dengan spread variabel 1 atau 1,5 pips pada EUR / USD dibandingkan dengan spread 2 atau 3 pip pada banyak platform, dia akan menghemat uang pada spread.
Namun, pasar datar dan waktu di luar puncak adalah periode konsolidasi bila kurang jelas dimana harga akan menuju berikutnya. Sebagian besar trader lebih memilih untuk menempatkan posisi ketika arah yang lebih jelas terlihat di pasar. Selama aktivitas pasar yang cepat, terutama seputar rilis fundamental penting seperti pidato pejabat bank sentral atau pembukaan jam kerja lokal dan bursa saham, spread melebar ke bagian atas kisaran mereka. Begitu juga, pada saat jeda level teknis utama, pasar mungkin juga sangat mudah berubah kadang bergerak 100 pips hanya dalam 5 menit. Selama masa-masa sulit ini, posisi pembukaan menjadi lebih mahal, yang bisa menjadi pencegah trading.

Spread fariabel bahkan mungkin memicu pemberhentian dan pembatasan tanpa disadari. Jika selisih antara Bid dan Ask melebar dan mencapai tingkat stop atau limit, celah besar ini tiba-tiba bisa melakukan perintah bersyarat. Ini menambahkan variabel tambahan pada strategi Anda yang perlu Anda pertimbangkan. Hal ini kemungkinan kecil terjadi pada spread tetap karena Bid and Ask selalu disinkronkan. Spread tetap meminimalkan unsur kejutan; trader tahu persis parameternya setiap saat, memungkinkan perencanaan strategis dan pengelolaan uang yang lebih baik. Spread kompetitif dan ketat mempengaruhi bottom line Anda sebagai trader, dan struktur spread terbaik untuk Anda bergantung pada gaya trading Anda, selera risiko, kemampuan untuk bereaksi di pasar yang bergerak cepat, dan akhirnya, kualitas eksekusi. Spread tetap konsisten dan dapat diprediksi terlepas dari likuiditas pasar. Di sisi lain, spread variabel cenderung memberi biaya lebih rendah hanya pada kondisi pasar yang sepi-saat pasar terbatas.