Emas Tergelincir, Investor Waspada Jelang Pertemuan Jackson Hole

Emas Tergelincir, Investor Waspada Jelang Pertemuan Jackson Hole

Harga emas hampir menyentuh level terendahnya pada hari Selasa, tertekan oleh kenaikan USD, dengan investor tengah fokus pada ketegangan seputar Korea Utara dan tetap berhati-hati menjelang pertemuan perbankan sentral tahunan di Jackson Hole akhir minggu ini. Emas di pasar spot tergelincir 0,2 persen menjadi USD1,288.40 per ons pada pukul 0333 GMT, setelah naik 0,5 persen pada sesi sebelumnya. Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun tipis 0,2 persen menjadi USD1,294.20 per ons.

“Latihan militer AS dan Korea Selatan mungkin akan terjadi sehingga mMendorong beberapa gerakan dari Korea Utara. Saya pikir orang-orang semakin siap untuk beralih, jadi itu sebabnya emas kembali kemarin,” kata Yuichi Ikemizu, manajer cabang Tokyo di ICBC Standard Bank. Amerika Serikat dan Korea Selatan telah lama merencanakan latihan militer bersama pada hari Senin, meningkatkan ketegangan dengan Korea Utara, yang menyebut latihan ini sebagai langkah “ceroboh” menuju konflik nuklir.

“USD sedikit lebih kuat dan karena itulah emas akan turun sedikit. Orang benar-benar berhati-hati terhadap pasar dengan situasi Korea Utara dan AS seperti ini dan juga pertemuan di Jackson Hole akhir minggu ini.” USD naik terhadap JPY pada hari Selasa, sementara indeks USD, yang melacak greenback melawan sekeranjang enam saingan utama, mantap. Investor sedang menunggu pertemuan tahunan perbankan Federal Reserve di Jackson Hole, Wyoming minggu ini untuk mencari petunjuk tentang pandangan kebijakan moneter, dengan Kepala European Central Bank (ECB) Mario Draghi dan Ketua Fed Janet Yellen ditetapkan berbicara.

“Geopolitik masih berkedip pada dasbor pedagang dan mereka tetap menghindari risiko. Pertemuan Jackson Hole adalah agenda terdepannya untuk ini, dan cukup aman untuk mengatakan bahwa kita sangat meragukan untuk mendapatkan sesuatu yang baru dari pertemuan tersebut, tapi pedagang masih ingin lindung nilai risiko mereka sebelum hasilnya tak terduga,” kata Naeem Aslam, kepala analis pasar di Think Market. “Kami mengharapkan pergerakan raksasa dalam harga emas jika ada kejutan dari ECB atau The Fed,” kata Aslam. Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga karena logam kuning ini mampu meningkatkan biaya kesempatan menahan Bullion yang tidak menghasilkan, sambil meningkatkan greenback.

Secara teknikal emas di pasar spot dapat menguji kembali support di USD 1.282 per ons, sebagai koreksi dari level tertinggi 18 Agustus di USD 1.300.80 belum selesai, kata analis teknis Reuters Wang Tao. Palladium 0,5 persen lebih rendah pada USD 934,00 per ons setelah mencapai titik tertinggi sejak Februari 2001 di USD 940 di sesi sebelumnya, dibantu oleh reli di logam industri. Perak dan platinum masing-masing naik 0,1 persen
masing-masing di USD 16,99 dan USD 978,70 per ons.

error: Content is protected !!