Emas Naik Tipis Karena USD Bertahan di Posisi Terendah Dua Bulan

36
analisa emas

Harga emas naik tipis pada hari Senin (27/11) karena dollar AS (USD) bertahan mendekati level terendah dua bulan pada sesi sebelumnya, sementara investor memperhitungkan pandangan hati-hati Federal Reserve AS terhadap inflasi. Spot emas telah naik 0,2 persen menjadi  USD 1.290 per ounce pada pukul0420 GMT. Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 0,2 persen pada USD 1,289.90. “Hubungan terbalik antara USD dan harga emasini berlaku (hari ini),” kata Mark To, kepala penelitian di Financial GroupFung Wing HongKong. “Tapi saya tidak berpikir bahwa jenis hubungan itu cukup kuat untuk taruhan yang lebih besar. Sementara harga bergerak naik,gerakan masih akan berkisar pada rentang terikat.”

Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, berada di level 92.783 dan melayang mendekati level terendah dua bulan di 92.675 pada hari Jumat (24/11).Pelemahan pada greenback membuat emas berdenominasi USD lebih murahuntuk pemegang mata uang lainnya.”Perhatian rupanya lebih fokus pada pasar ekuitas bukan logam mulia saat kita memulai minggu ini,”kata JeffreyHalley, seorang analis pasar senior di OANDA.”Sejauh ini kita belum melihat creep premium safe-havenharga emas untuk mencerminkan kegelisahan dalam ekuitas dan obligasiChina.”

Di pasar saham, bursa saham Asia kembali menguat setelah sebelumnya kembali turun dari satu dekade tinggi pada hari Senin, terbebani oleh kelemahan di pasar saham China dan Korea Selatan. Investor akan mencermati sidang Kongres terkait Ketua Fed yang ditunjuk Jerome Powell pada hari Selasa. Pekan lalu, risalah pertemuan Fed sebelumnya terungkap bahwa beberapa pembuat kebijakan menyuarakan kekhawatiran atas pandangan inflasi dan menekankan mereka akan melihat data ekonomi yang akan datang sebelum menentukan kenaikan di waktu yang akan datang.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga, yang mengangkat biaya kesempatan untuk menahan aset yang tidak menghasilkan seperti bullion, sambil meningkatkan USD. Juga pada hari Selasa, Presiden AS Donald Trump akan bertemu dengan Senat Republik untuk membahas upaya partai mereka untuk lulus legislasi reformasi pajak. Sementara itu, industri pertambangan emas global akan mengalaminya pertumbuhan produksi yang mantap, didukung oleh kenaikan harga dan meningkatkan biaya operasional selama tahun-tahun mendatang, kata BMI Researchdalam sebuah catatan.

Spot emas bias turun menjadi USD 1,283 per ounce, sepertinyagagal menembus resistance di USD 1.296, menurut analis teknikal Reuters Wang Tao.Di antara logam mulia lainnya, perak naik 0,4 persen menjadi USD 17,05 per ounce, sementara platinum turun 0,2 persen menjadi USD 938,05 per ounce. Palladium turun 0,2 persen pada USD 995.70 per ounce.