Dolar AS Tertinggi dalam Tiga Minggu, Fokus Risiko Geopolitik

Dolar AS Tertinggi dalam Tiga Minggu, Fokus Risiko Geopolitik

Dolar AS memulai perdagangan awal pekan ini di level tertinggi tiga minggu terhadap sekeranjang mata uang pada hari Senin, setelah seorang pejabat kunci Federal Reserve AS memperkuat komitmen bank sentral untuk menaikan tingkat suku bunga. Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang rival utama, naik 0,1 persen menjadi 101,260, tingkat tertinggi yang telah dijangkau sejak 15 Maret.

Presiden Fed New York William Dudley mengatakan bahwa Fed kemungkinan akan menghindari untuk menaikkan tingkat suku bunga namun pada saat yang sama portofolio obligasi mulai menyusut $ 4,5 triliun, mendorong Fed “sedikit (ambil) jeda” dalam rencana untuk menaikan tingkat suku bank sentral. Komentarnya mendukung hasil Treasury AS dan mengilapnya daya tarik yield dolar. Imbal hasil benchmark 10 tahun AS, yang berkubang pada tingkat terendah sejak November pada Jumat lalu, berada di 2,384 persen di perdagangan Asia, naik dari penutupan sebelumnya di 2,373 persen. “Meningkatnya suku bunga di AS mendukung dolar, saya pikir,” kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities di Tokyo.

Pasar keuangan juga mengawasi situasi global terkait perkembangan dalam perang sipil Suriah setelah serangan rudal AS pekan lalu di sebuah pangkalan udara di Suriah, yang telah memberikan dorongan terhadap mata uang safe haven Jepang. Serangan AS sebagai balasan atas apa yang disebutnya sebagai serangan senjata kimia terhadap warga sipil oleh pasukan Presiden Bashar al-Assad. Serangan ini menarik kritik tajam dari Rusia, dan menuai sejumlah pertanyaan dari sekutu AS tentang kebijakan AS di masa depan.

“Risiko geopolitik dapat menjadi faktor yang berpotensi positif bagi yen, dengan penghindaran risiko dan mencari jalan keselamatan,” tambah Yamamoto. “Adapun euro, pasar menaruh harga dalam ketidakpastian di sekitar pemilihan presiden Perancis.” Dolar AS berada di 0,3 persen menjadi 111,43 yen. Ketegangan geopolitik di Asia juga berada dalam fokus, setelah keputusan AS untuk memindahkan kelompok tempur angkatan lautnya menuju semenanjung Korea menyusul perilaku provokatif dari Korea Utara. Penasehat keamanan nasional Gedung Putih H.R. McMaster mengatakan pada hari Minggu bahwa langkah tersebut adalah langkah “bijaksana”.

Sementara itu data pekerjaan AS pada hari Jumat menjawabi perkiraan tapi masih memperlihatkan bahwa kekuatan pasar tenaga kerja AS secara keseluruhan tetap utuh. Pertumbuhan pekerjaan melambat tajam pada Maret di tengah cuaca buruk, dan PHK yang berlanjut di sektor ritel, tetapi tingkat pengangguran turun ke level terendah hampir 10 tahun di 4,5 persen. Meskipun harapan menguat untuk kenaikan suku bunga Fed, spekulan memangkas taruhan bullish mereka lebih lanjut pada dolar AS dalam pekan yang berakhir 4 April mendorong aksi beli bersih ke level terendah sejak akhir Februari, menurut data Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi yang dirilis pada hari Jumat dan perhitungan oleh Reuters. Euro turun 0,1 persen menjadi $ 1,0580 setelah sebelumnya menyentuh $ 1,0570, level terendah sejak 9 Maret.

error: Content is protected !!