Didukung Imbal Hasil Obligasi AS, USD Menguat, GBP Stabil

36
belajar analisa forex jogja

Dollar AS (USD) mendapat dukungan dari imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi di awal perdagangan Asia pada hari Selasa, sementara sterling Inggris (GBP) menahan sebuah penurunan baru-baru ini, yang mengikuti kekhawatiran tentang kemampuan Theresa May untuk bertahan sebagai Perdana Menteri Inggris.Indeks USD, yang melacak mata uang AS terhadap sekeranjang enam saingan utama, stabil pada hari ini di 94.499.Terhadap matauangmitra Jepang (JPY), USD beringsut 0,1 persen lebih tinggi menjadi JPY 113,70, namun tetap di bawah level tertinggi delapan bulan di JPY 114,735 minggu lalu.

“USD mendapat dukungan dari imbalhasilobligasi AS, tapi saya benar-benar terkejut bahwa USD tidak berjalan lebih tinggi, jadi mungkin korelasi antara imbal hasil obligasidan USD sedang turun,” kata Masashi Murata, ahli strategi mata uang untuk Brown Brothers Harriman di Tokyo.”Tapi dengan the Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga di bulan Desember, USD bisa naik lebih tinggi dalam beberapa minggu mendatang,” katanya.

Imbal hasil pada catatan Treasury AS dua tahun mencapai puncak sembilan tahun pada hari Senin, karena kurva imbal hasil melanjutkan perataan dan investor membukukan kenaikan suku bunga 25 basis poin oleh Federal Reserve bulan depan. Imabal hasil Treasury 10tahun naik menjadi 2.405 persen dari penutupan AS pada hari Senin sebesar 2,400 persen. Pada 2.304 persen pada 8 November.

Euro (EUR) stabil di USD 1,1670, bertahan di atas level terendah 3,5  bulan di USD 1,1553. GBP naik tipis 0,1 persen menjadi USD 1,3122 setelah mendapat tekanan dari gejolak politik menjelang debat minggu ini oleh anggota parlemen Inggris mengenai rencana pemerintah untuk meninggalkan Uni Eropa.

Perdebatan tentang tagihan Brexit dimulai pada hari Selasa dan Rabu, dan berlangsung melawan latar belakang politik yang tidak stabil. Sebanyak 40 anggota parlemen May akan mendukung mosi tidak percaya terhadapnya, menurut surat kabar Sunday Times.Juga fokus minggu ini, akantertujukepadakepala Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi, Ketua Federal Reserve Janet Yellen, Gubernur Bank of Japan (BOJ) Haruhiko Kuroda dan kepala Bank of England (BOE) Mark Carney yang akan membentuk panel komunikasi bank sentral pada konferensi yang diselenggarakan oleh ECB di Frankfurt hariSelasa.