Cara Trading Terbaik pada Volatilitas Rendah

1180
belajar forex Cara Trading Terbaik pada Volatilitas Rendah

Pasar dengan volatilitas rendah sebenarnya bisa menguntungkan trader karena harga akan bergerak ranging atau sideways. Jika volatilitas yang rendah terjadi selama sehari penuh, trader bisa mendulang untung. Pasar dengan volatilitas semacam ini memiliki level support dan resistance yang cukup kuat dan konsisten sehingga opsi buy pada support dan sell pada resistance lebih optimal, buy low sell high. Pasar dengan volatilitas rendah memungkinkan harga bergerak fluktuatif antara level support dan resistance sehingga frekuensi trading bisa meningkat dan bisa meminimalkan kesalahan entry.

Sebagai trader, Anda seharusnya happy bila berhadapan dengan volatilitas pasar yang rendah. Jika Anda mengalami loss ketika Anda trading pada pasar dengan ranging atau volatilitas rendah jangan salahkan volatilitas pasar yang rendah itu. Mungkin Anda salah dalam memilih strategi trading. Berikut, cara terbaik trading pada saat volatilitas pasar rendah. Pertama, gunakan strategi yang sesuai dengan kondisi pasar. Seringkali trader menggunakan strategi sesuia trend padahal kondisi pasar sedang tidak trending. Ini keliru. Anda harus menyesuaian strategi Anda dengan kondisi pasar yang trending atau ranging itu. Karena itu perhatikan kondisi pasar saat Anda entry. Sebuah strategi tidak bisa diterapkan pada dua keadaan pasar sekaligus, trending dan ranging. Anda harus mengenali volatilitas pasar.

Kedua, berikan ruang gerak yang lebih lebar agar Anda tetap bisa trading. Seringkali trader memasang stop loss yang sedemikian dekat agar terhindar dari risiko. Mereka beranggapan bahwa perbedaan pip antara level entry dan level stop loss menentukan tingkat risiko. Padahal risiko dalam trading adalah berapa banyak uang yang bisa kita relakan jika strategi kita tidak berjalan dengan benar. Risiko tidak ditentukan oleh besarnya pip, tetapi nilai uang. Misalnya, Anda memasang stop loss 100 pip, risiko Anda bisa saja lebih sedikit daripada rekan Anda yang memasang stop loss 10 pip. Perbedaannya terletak pada volume atau ukuran lot yang digunakan. Volume trading Anda yang jauh lebih kecil dari volume trading rekan Anda membuat nilai per pip rekan Anda jauh lebih besar..

Oleh karena itu ketika Anda mengambil posisi trading, aturlah besaran stop loss Anda sesuai dengan nilai uang yang Anda terima sebagai risiko. Level stop loss yang terlalu dekat bisa membuat Anda tidak nyaman karena Anda seolah-olah menarik pasar untuk menyentuh level Anda itu. Semakin dekat level stop loss dengan level entry akan semakin rawan level stop loss Anda tersentuh. Stop loss yang terlalu dekat dengan level entry justru memperbesar risiko. Pilihlah level stop loss yang logis dan obyektif.

Ketiga, hindari untuk menggunakan ukuran lot yang terlalu besar ketika volatilitas rendah. Kecenderungan umum para trader adalah segera menutup posisi trading ketika pergerakan harga cenderung lambat. Ketidaksabaran semacam ini timbul karena Anda ingin cepat meraup profit atau merealisasikan kerugian agar bisa entry lagi. Pada saat volatilitas rendah kondisi pasar ranging, ketika itu pula pergerakan pasar cenderung lambat sehingga Anda akan lebih lama mencapai level support atau resistance. Jika ukuran lot Anda kecil, Anda bisa lebih rileks dan lebih sabar menyikapi pergerakan harga. Anda tidak tertekan. Anda juga bisa entry lagi pada pasangan mata uang lain jika Anda mau.