Cara Trading Forex dalam Kondisi Sideways

1022

Setelah trending biasanya pasar forex akan bergerak sideways atau berada dalam range. Namun, tidak semua kondisi sideways memungkinkan Anda untuk melakukan aktivitas trading. Anda harus mencermati kondisi sideways itu apakah pergerakan harga cukup jelas atau sedang choppy atau tidak beraturan. Untuk menganalisa kondisi pasar yang bergerak sideways Anda bisa menggunakan banyak indikator antara lain CCI, RSI, Stochastic Oscilator, dan juga MACD yang digabungkan dengan garis support resistance.

Lalu pada kondisi sideways yang seperti apakah yang bisa Anda manfaatkan untuk melakukan transaksi? Jika kondisi sideways dibatasi oleh range harga yang jelas. Anda harus memastikan bahwa harga sedang berosilasi atau bergerak di dalam range yang tetap di antara support dan resistance horisontal. Agar bisa melihat lebih jelas kondisi sideways pada chart Anda lakukan ‘zoom out’. Lakukan pengecekan harga pada time frame yang lebih tinggi untuk memastikan bahwa pasar sedang bergerak trending atau tidak. Jika tidak dalam kondisi trending berarti pasar dalam kondisi sideways.

Langkah selanjutnya pastikan apakah sideways yang terlihat berada dalam range yang jelas atau seolah-olah sideways tetapi tidak beraturan. Dengan range yang jelas Anda bisa menentukan entry dan exit secara tepat. Anda juga bisa menentukan rasio rugi dan untung secara baik agar profit yang dinginkan bisa tercapai. Pergerakan harga yang choppy atau sideways namun tidak beraturan biasanya disebabkan oleh reaksi pasar baik para buyer maupun seller yang sedang melakukan konsolidasi. Dalam situasi seperti ini para pelaku pasar akan saling menunggu. Dalam kondisi pasar yang demikian Anda sebaiknya tidak melakukan trading tau mengambil posisi trading karena bar candlestick bergerak tidak menentu. Anda akan sulit menentukan rasio risk atau reward yang memadai.

Jika kondisi sideways dengan range yang jelas, Anda bisa menggunakan metode trading false break entry. Ini artinya Anda bisa entry pada saat harga tidak mampu menembus level resistance atau support. Sinyal entry biasanya berupa pin bar yang berekor panjang yang mengalami penolakan pada level resistance atau support. Penolakan ini menunjukan adanya false break. Sinyal entry juga berupa formasi price action tertentu seperti bearish atau bullish engulfing. Jika Anda menentukan stop loss Anda pada level tertinggi atau terendah pada pin bar, dengan target pada level support atau resistance, aktivitas trading Anda akan memiliki rasio risk atau reward yang memadai.

Dalam dunia trading baik kondisi pasar trending maupun sideway Anda harus memiliki strategi atau rencana trading yang matang. Dalam kondisi sideways dimana harga berada di area resistance, Anda bisa mengambil posisi sell. Jika harga berada di area support Anda bisa mengambil posisi Buy. Begitu seterusnya sampai harga menembus resistance atau support. Karena jika itu yang terjadi maka pasar sudah tidak lagi berada dalam situasi ranging atau sideways. Tidak seperti trader yang memanfaatkan trend, trader yang memanfaatkan range trading bisa mempunyai kesempatan bertransaksi di dua arah, buy atau sell. Jika Anda mengambil posisi sell dan ternyata harga menembus resistance maka Anda harus keluar dari market untuk membatasi kerugian Anda. Sebaliknya jika Anda mengambil posisi buy dan harga menembus area support itu artinya Anda harus keluar dari pasar untuk membatasi risiko rugi Anda