Cara Mudah Memprediksi Pergerakan Harga Dengan Pivot Point

1791
Cara Mudah Memprediksi Pergerakan Harga Dengan Pivot Point

Secara garis besar pivot point hampir sama dengan Fibonacci. Yang berbeda, pada Fibonacci, pemilihan swing tertinggi dan terendah masih dipengaruhi oleh subyektivitas trader. Sementara pada pivot point, trader menggunakan metode penghitungan yang sama. Untuk trading jangka pendek pivot point sangat berguna karena trader ingin mengambil keuntungan dari pergerakan harga yang relatif kecil.

Sebagai trader Anda tak perlu pusing dalam menggunakan pivot poin. Penggunaan indikator ini hampir sama dengan level support dan resistance. Sama halnya dengan support dan resistance, harga akan berulang menguji kedua level tersebut. Semakin sering pair mata uang Anda menyentuh level pivot dan berbalik, semakin kuat level tersebut. Pivot point secara sederhana bisa dipahami sebagai penembusan level support atau resistance lalu balik arah. Bila pivot bertahan di satu titik, itu berarti ada kesempatan yang baik bagi Anda untuk trading. Apabila harga bergerak mendekati puncak resistance, Anda bisa mengambil posisi sell dan menempatkan stop order tepat di atas resistance.

Sebaliknya Anda bisa memasang buy ketika harga bergerak mendekati level support dan menempatkan stop order tepat di bawah level support. Pivot point tidak jauh berbeda dengan sistem kerja level support dan resistance. Bila Anda mengincar pivot point sebagai titik untuk mengambil profit, maka harga akan segera menyambar take profit Anda. Tapi tidak semua pergerakan harga dapat dibaca sesederhana itu. Anda juga tidak bisa sepenuhnya bergantung pada pivot point. Karena itu Anda harus memperhatikan, posisi pivot point apakah sejajar atau tidak dengan level support dan resistance sebelumnya.

Untuk itu Anda bisa menggunakan pivot point dengan bantuan candlestick atau indikator lainnya agar bisa mendapatkan konfirmasi yang lebih jelas. Bila Anda melihat candle doji terbentuk di atas support 1, atau stochastic mengisyaratkan kondisi pasar oversold, support 1 kemungkinan besar bertahan sebagai support pergerakan harga. Aktivitas trading berada di antara level support dan resistance 1. Sementara harga bergerak di sekitar level kedua dan sesekali menguji level ketiga. Anda harus paham bahwa harga akan menembus semua level.

Pivot point berkorelasi dengan support dan resistance. Anda bisa menghitung berdasarkan harga open, high, low dan close. Mengingat forex diperdagangkan selama 24 jam, trader pada umumnya menggunakan waktu penutupan sesi New York di hari sebelumnya sebagai acuan. Perhitungan pivot point bisa dirumuskan sebagai berikut:

  • Pivot point (PP) = High + Low + Close
  • Resisten Pertama (R1) = 2 x PP – Low
  • Support Pertama (S1) = 2 x PP – High Support dan Resistance ke-2
  • Resisten ke-2 (R2) = PP + (high – low)
  • Support ke-2 (S2) = PP – (high low) support dan resistance ke-3
  • Resistance ke-3 (R3) = high + 2 (PP – low)
  • Support ke-3 (S3) = low – 2 (high – PP).

Anda juga bisa memasukkan custom indicator pivot point ke Meta Trader untuk penghitunagn otomatis