Cara Menentukan Stop Loss

705
Belajar Forex Cara Menentukan Stop Loss

Seorang trader berjuang untuk menunaikan tugas menentukan di mana tingkat stop loss mereka. Trader  tidak ingin menetapkan tingkat stop loss terlalu jauh dan kehilangan terlalu banyak uang jika harga bergerak ke arah yang salah. Di sisi lain, trader tidak ingin menetapkan tingkat stop loss mereka terlalu dekat dan kehilangan uang mereka terlalu dini. Trader tahu persis bahwa stop loss adalah pelindung akun mereka. Namun seringkali fasilitas ini tidak dimanfaatkan. Padahal, loss yang tidak dibendung akan menggerus profit yang telah Anda himpun pip demi pip. Akibatnya trading Anda dalam beberapa hari atau beberapa minggu sebelumnya bisa lenyap dalam sekejap alias sia-sia.

Banyak trader enggan menggunakan stop loss karena jumlah kerugian yang harus mereka tanggung. Namun sesungguhnya stop loss adalah amunisi yang efektif  untuk menghadang kerugian yang lebih besar. Penggunaan stop loss tidak hanya mengantisipasi kerugian tetapi juga mampu meraih profit yang terukur dan konsisten. Stop loss harus menjadi senjata bagi trader dan karena itu perlu ada dalam setap rencana dan strategi tradingnya.

Tidak ada rumus yang pasti untuk menentukan besaran stop loss. Anda bebas menentukan asal logis, obyektif dan sesuai dengan analisa pasar. Beberapa cara stop loss bisa Anda gunakan, pertama, equity stop. Ada pandangan umum di kalangan trader bahwa risiko maksimum yang bisa ditolerir tidak melebihi 2% dari total equity. Ini artinya trader bisa menentukan besaran stop loss berdasarkan jumlah lot dan risiko maksimum yang bisa ditanggung. Contoh, Anda memiliki akun $1000. Lalu Anda buka posisi buy EUR/USD 4000 unit atau per pip-nya $0.4. Apabila risikonya 2% dari modal, berarti $1000 X 2% = $20, maka besaran stop loss  Anda $20 / $0.4 atau 50 pip.

Kedua, stop loss berdasarkan pola chart. Di sini trader menentukan stop loss dengan level support dan resistance. Trader bisa melakukan stop loss dengan dua pendekatan yakni berdasarkan level support dan resistance dan garis trend. Ketiga, margin stop. Cara ini sangat tidak dianjurkan. Besarnya stop loss ditentukan berdasarkan nilai margin call dari total balance-nya, ketika stop loss tersentuh, sisa uang di akun hanya sebesar margin awal saat buka posisi.

Keempat, stop loss berdasarkan volatilitas harga. Pada kondisi pasar yang bergejolak trader menetapkan stop loss yang cukup besar guna menghindari loncatan harga yang mungkin terjadi dan berdampak merugikan. Sebaliknya pada saat kondisi pasar tenang, stop loss tidak perlu terlalu besar untuk mengantisipasi percepatan gerak harga kemudian. Menjadi masalah ketika stop loss yang kita pasang tersentuh, namun harga balik arah bahkan searah dengan posisi sebelumnya. Ini akan menyesakkan dada karena profit lenyap setelah harga bergerak menyentuh stop loss terlebih dahulu. Tetap konsisten. Jangan mengumpat. Bersyukur bahwa Anda tepat membatasi kerugian Anda. Trading itu bisnis. Risikonya tinggi dan karena itu harus Anda batasi. Menentukan stop loss itu penting sepenting Anda menentukan target profit Anda