Cara Mendapatkan Sinyal Buy dan Sell dengan Commodity Chanel Index

717
Belajar Forex Cara Mendapatkan Sinyal Buy dan Sell dengan Commodity Chanel Index

Commodity Chanel Index atau CCI adalah anggota populer dari keluarga indikator teknis oscillator. CCI dibuat sebagai alat bantu untuk trading komoditi, namun pada kenyataannya indikator ini juga dimanfaatkan untuk berbagai trading termasuk di pasar forex. CCI dibuat untuk mengukur perbedaan antara harga tengah pergerakan harga  dengan rata-rata dari harga tengah dalam periode waktu tertentu. Selain untuk melihat kondisi jenuh beli atau overbought dan jenuh jual atau oversold, indikator ini juga dipakai untuk melihat siklus pergerakan harga, yaitu pada saat pergantian arah trend pasar.

Jika Anda menggunakan platform trading Metatrader, indikator CCI bisa langsung Anda ambil, tanpa menghitungnya lagi secara manual. Periode pengukuran bisa ditentukan sesuai dengan keinginan Anda. Indikator CCI bisa menunjukkan kondisi overbought dan oversold, melihat terjadinya divergensi antara indikator dan pergerakan harga serta saat-saat pergantian arah trend pasar. CCI dibatasi oleh nilai +100 dan -100. Jika garis indikator berada di atas +100 terjadi kondisi overbought yang mengindikasikan sinyal sell, sedang bila CCI berada di bawah -100 maka terjadi kondisi oversold yang mengisyaratkan sinyal buy.

Arah gerak indikator CCI acapkali menunjukkan terjadinya divergensi dengan arah pergerakan harga. Jika pergerakan harga menunjukkan level Lower Low (LL), tetapi garis indikator CCI menunjukkan Higher Low (HL), maka kondisi tersebut menunjukkan divergensi bullish yang berarti harga akan segera bullish atau segera berganti arah dari down trend ke up trend. Keadaan sebaliknya terjadi untuk divergensi bearish yang mengisyaratkan pergantian arah up trend ke down trend.

Indikator CCI terdiri dari kurva berfluktuasi tunggal. CCI dipandang sebagai indikator terkemuka, di bahwa sinyal yang meramalkan bahwa perubahan tren sudah dekat. Indikator ini dirancang untuk berkisar antara batas 70% sampai 80% dari waktu, sehingga memberikan peringatan 20% sampai 30% juga. Prinsip di balik CCI adalah bahwa siklus mengulang. Indikator ini bekerja ketika periode berada pada sepertiga dari siklus aset. Kelemahan dalam indikator ini adalah bahwa siklus seringkali sulit untuk ditentukan di pasar forex.

Ketika siklus yang mendasari perubahan pergerakan mata uang, CCI dapat menghasilkan sinyal palsu atau suksesi sinyal yang tidak meyakinkan. Karena itu adalah bijaksana untuk membandingkan CCI dengan indikator lain. Rollercoaster CCI cenderung untuk bekerja lebih baik ketika pengaturan periode adalah sekitar sepertiga dari siklus terkait. Seperti halnya indikator teknis, grafik CCI tidak akan pernah 100% benar. Sinyal palsu dapat terjadi, namun sinyal positif cukup konsisten untuk memberikan trader forex keuntungan. Keterampilan dalam menafsirkan dan memahami sinyal CCI harus dikembangkan dari waktu ke waktu, dan melengkapi alat CCI dengan indikator lain selalu disarankan untuk konfirmasi lebih lanjut dari perubahan tren potensial.

Agar lebih akurat dan tidak salah sinyal, maka trader biasanya menggabungkan kondisi overbought / oversold dengan divergensi bearish / bullish yang terjadi. Selain itu trader juga sering menggunakan CCI bersamaan dengan indikator oscillator lainnya untuk konfirmasi