Cara Membaca Volatilitas Pasar Menggunakan Bollinger Band

1175
belajar forex indikator bollinger bands

Salah satu indikator yang digunakan para trader untuk mengukur volatilitas pasar adalah bollinger band. Indikator ini merupakan sarana untuk memberitahu trader tentang situasi pasar terkini apakah sedang ramai atau sedang tenang-tenang saja. Dengan memperhatikan bollinger band seorang trader bisa memutuskan apakah akan membuka posisi atau tidak. Pertama, fase normal. Dalam kondisi normal atau ketika pasar sedang sepi bollinger band ditandai dengan lebar pita yang cenderung sama dari waktu ke waktu. Bentuknya mendatar, tidak menyempit, dengan tingkat kemiringan di bawah 45 derajat. Pada kondisi pasar normal bollinger band akan bergerak bolak balik. Ketika bollinger band menyentuh pita luar, maka pasar akan kembali ke tengah. Karena itu bollinger band juga disebut sebagai support / resistance dinamis.

Kedua, fase break. Bolinger selanjutnya akan memasuki fase break. Persiapan break ini ditandai dengan posisi bollinger yang cenderung sempit dan searah atau mendatar. Penyebabnya bisa jadi karena pasar benar-benar sepi, atau baik penjual maupun pembeli sedang menunggu. Pada kondisi ini sebagai trader, Anda bisa menggunakan strategi buy bottom sell top atau mengambil posisi membeli atau menjual di ujung trend dimana ada kemuingkinan harga akan balik arah. Sebagai support dan resistance dinamis, bollinger band memberikan signal bahwa harga akan balik arah melalui tampilan pita yang mendatar atau menyempit dan grafik menyentuh pita luar. Ini menunjukan bahwa kondisi pasar sedang jenuh. Pada fase break tidak mungkin terjadi pembalikan arah trend secara normal.belajar forex indikator bollinger bands

Ketiga, fase break out. Ini adalah sebuah situasi dimana terjadi penembusan batas support atau resistance. Pada kondisi break out, pita bollinger melebar. Ini bisa menjadi titik masuk apabila grafik sudah melewati support atau resistance bentukan bollinger band, dengan pita bollinger yang melebar dan volume yang meningkat. Koreksi baru terjadi setelah trend panjang atau adanya gerakan yang kuat. Titik masuknya adalah ketika grafik menyentuh atau mendekati garis pita tengah setelah terjadi dalam kecenderungan yang panjang dengan arus yang kuat dan kondisi telah jenuh.

Keempat, fase normalisasi. Ini adalah fase untuk mencari keseimbangan dan testing trend. Di sinilah kekuatan sebuah trend diuji. Fase ini ditandai dengan pita bollinger yang bergerak searah sesuai trend yang telah terbentuk. Dampaknya grafik akan mendatar atau membentuk pola apit. Pada kondisi seperti ini para trader dianjurkan untuk  tidak mengambil posisi dan menunggu sampai muncul signal selanjutnya. Kelima, fase penutup. Pada fase ini pita bollinger akan menyempit. Arah pasar pada fase ini biasanya mendatar atau berlawanan dengan trend yang baru saja terbentuk.

Itulah cara membaca bollinger band, yang pada awalnya hanya berfungsi untuk mengukur seberapa besar antusiasme pasar. Namun seiring waktu, seorang trader bisa menentukan arah pasar dengan hanya membaca bollinger band