Cara Membaca Indikator Bollinger Bands dalam Forex Trading

2809
belajar forex indikator bollinger bands

Indikator Bollinger Bands digunakan untuk mengukur volatilitas dan menentukan arah trend. Indikator ini juga bisa dipakai untuk mengidentifikasi kondisi Overbought dan Oversold.  Indikator Bollinger Bands ditemukan dan dikembangkan oleh John Bollinger pada tahun 1980.

Indikator Bollinger Bands terdiri dari satu garis SMA (Simple Moving Area) dan dua pita (bands) yang berada di atas atau dibawah garis SMA. Pita atas dikenal sebagai Upper Bollinger Band. Dan Pita bawah disebut Lower Bollinger Band.

Prinsip dari Bollinger Bands ini adalah harga akan cenderung  menuju garis SMA jika harga sudah menyentuh upper bands atau lower bands. Saat harga bergerak dan menyentuh upper bands, pada titik tertentu harga akan berbalik arah dan menyentuh SMA, begitu juga sebaliknya jika harga bergerak menyentuh Lower bands, harga akan cenderung berbalik menuju SMA.

Volatilitas diukur berdasarkan lebar band yaitu jarak antara Upper Bollinger Band dan Lower Bollinger Band. Semakin lebar jarak antara kedua pita berarti volatilitasnya semakin tinggi. Begitupun sebaliknya. Berbicara Volatilitas berarti kita sedang membicarakan pasar sedang ramai ataukah sepi.

belajar forex indikator bollinger bands

Anda bisa menentukan kondisi Overbought jika harga bergerak menyentuh pita atas dan penutupan harga terjadi masih dibawah pita atas. Sedangkan kondisi Oversold akan tercapai jika harga bergerak menyentuh pita bawah dan penutupan harga terjadi di atas pita bawah.

Kondisi uptrend terjadi apabila harga telah melewati (menembus) upper band dan harga penutupan berada diluar band, sedangkan kondisi downtrend terjadi jika harga melewati lower band dan ditutup diluar band.

Dengan diketahuinya kondisi Overbought dan Oversold maka anda bisa menentukan saat yang paling tepat untuk memasuki pasar.