Cara Efektif Menggunakan Parabolic SAR untuk Keluar Pasar

938
Belajar Forex Cara Efektif Menggunakan Parabolic SAR untuk Keluar Pasar

Parabolic SAR (Stop And Reverse) adalah indikator yang digunakan untuk mengetahui trend pasar. Apabila pasar cenderung untuk bergerak turun maka Parabolic SAR akan terbentuk di atas candle. Pada saat ini trader diberitahu bahwa trend naik akan berakhir dan pasar akan bergerak turun. Apabila pasar cenderung bergerak naik maka Parabolic SAR akan terbentuk di bawah candle dan trader diberitahu bahwa trend turun kemungkinan akan berakhir dan pasar akan bergerak naik.

Manfaat Parabolic SAR hampir sama dengan Moving Average dan indikator trend lainnya. Hanya saja, Parabolic SAR yang berupa titik-titik akan membantu para trader untuk meminimalisir kelemahan yang ada pada indikator lain yang hanya menggunakan kurva. Dengan adanya titik pada Parabolic SAR trend naik atau turun menjadi lebih jelas terlihat dan lebih pasti bagi trader.

Bila titik-titik parabolik berada di atas candle, maka itu adalah sinyal jual. Sementara sinyal beli jika titik-titik berada di bawah candle. Parabolic SAR juga berfungsi untuk menentukan trailing stop loss serta titik masuk atau keluar posisi, dengan berpatokan pada tren harga yang ada pada kurva parabolik yang mengindikasikan tren menguat di pasar.

Kendala utama penggunaan Parabolic SAR yakni ketika kondisi pasar stabil atau terlalu sempit yang membuat level masuk dan keluar posisi juga menjadi sempit. Ini akan berdampak pada nilai transaksi yang tidak mampu menutup jumlah spread produk yang ditradingkan. Parabolic SAR terbukti efektif saat digunakan sebagai exit level, baik untuk stop loss maupun take profit.

Sebelum mengambil posisi, sebaiknya trader memperhatikan posisi Parabolic SAR. Berdasarkan arah perpotongan WMA, umumnya mengarah ke level Parabolic SAR. Ini artinya pergerakan WMA akan melawan tren Parabolic SAR. Dalam situasi seperti ini Anda bisa menggunakan Parabolic SAR sebagai target level atau exit level. Jika sebaliknya, dimana arah perpotongan WMA menjauh dari level Parabolic SAR, posisi Anda searah dengan tren Parabolic SAR. Pada saat harga naik seperti ini Anda berpeluang untuk take profit dan melikuidasi posisi Anda.

Perlu juga diperhatikan adalah spread dari produk yang ditransaksikan, volatilitas pasar dan jarak harga yang Anda tutup dengan titik Parabolic SAR. Ini pengaruhnya sangat besar terhadap hasil trading Anda. Kondisi terbaik adalah Anda masuk ketika pasar bergerak fluktuatif dengan kisaran besar. Penerapannya sangat mudah. Anda hanya perlu menghitung besarnya jarak antara titik Parabolic SAR dan harga penutupan saat cross WMA terbentuk. Untuk produk dengan spread kecil seperti forex, 20-30 poin cukup untuk dijadikan syarat masuk posisi. Sedangkan untuk produk dengan spread lebih besar, seperti emas, 100 poin adalah syarat untuk masuk posisi. Jika demikian Anda bisa menghindari dari exit level yang terlalu sempit dari posisi masuk.