Cara Analisa Teknikal Forex Trading dengan Parabolic SAR

1230

Parabolic SAR (Stop and Reverse) merupakan salah satu indikator dalam analisa teknikal yang ditujukan untuk mengetahui kapan trend harga akan berhenti atau stop dan kapan trend harga berbalik arah atau reverse. Alat analisa harga ini diperkenalkan oleh J. Welles Wilder, Jr. Selain berfungsi sebagai indikator reversal, Parabolic SAR juga secara umum bisa digunakan sebagai alat untuk menentukan level stop loss atau exit point. Penggunaannya yang efektif dalam menentukan level stop membuat indikator ini sangat populer bagi kalangan trader. Parabolic SAR membantu trader menentukan level trailing stop, level stop secara fleksibel sehingga bisa diubah sesuai dengan perubahan harga.

Parabolic SAR merupakan indikator yang menyerupai parabola yang dibentuk melalui sederetan titik-titik. Ada dua parameter yang digunakan dalam perhitungan Parabolic SAR, yakni, yang pertama step. Ini merupakan angka penentu letak titik SAR terhadap harga. Semakin tinggi step, semakin sensitif indikator bekerja, sehingga intensitas fluktuasi SAR bergerak ke atas dan ke bawah harga menjadi tinggi dan menghasilkan banyak kesalahan atau kegalalan. Ini akan membuat prediksi atau antisipasi Anda semakin sulit.

Parameter kedua adalah maximum step,. Ini merupakan angka yang mengatur penyesuaian titik SAR dengan pergerakan harga selanjutnya. Semakin tinggi angka, akan semakin dekat titik SAR dengan pergerakan harga selanjutnya. Sebaliknya semakin rendah angka maka titik SAR atau trailing stop akan semakin menjauh dengan pergerakan harga. Wilder merekomendasikan nilai untuk step dan maximum step dengan nilai default 0,02 dan 0,2.

Seperti halnya indikator trend yang lain, Parabolc SAR bekerja dengan baik pada saat harga berada dalam kondisi cenderung naik atau uptrend atau cenderung turun atau downtrend. Sementara ketika kondisi sideway Parabolic SAR sering kali menghasilkan sinyal yang gagal, atau whipsaw. Untuk mengatasi masalah ini, Wilder merekomendasikan penggunaan Parabolic SAR harus diapadu dengan indikator trend lain, agar bisa memberikan konfirmasi apakah trend yang sedang berlangsung memadai, baik dari sisi arah maupun kualitasnya. Wilder menekankan bahwa trend harus dikenali lebih dahulu secara pasti, baru mengambil posisi menggunakan Parabolic SAR sesuai arah trend yang sudah dikenali.

Di kalangan para trader umumnya, Parabolic SAR memiliki dua kegunaan utama. Kegunaan pertama adalah untuk mengenali trend harga dengan cara mengamati pergerakan titik-titik SAR yang berada di bawah atau di atas pergerakan harga. Kecenderungan haraga naik atau uptrend dapat diidentifikasi jika harga bergerak di atas SAR. Sementara kecenderungan harga turun atau downtrend diketahui jika harga bergerak di bawah SAR. Kegunaan Parbolic SAR yang kedua adalah mengidentifikasi posisi entry dan exit melalui pengamatan terhadap harga yang melewati titik-titik SAR bagian atas atau bawah. Buy jika harga melewati titik SAR bagian atas. Sell jika harga melewati titik SAR bagian bawah. Sinyal exit atau stop muncul jika terjadi sinyal entry posisi berlawanan arah.