Belajar Mengenal Switching, Cross Hedging, dan Averaging dalam Forex Trading

1016

Seringkali pasar bergerak tidak sesuai dengan apa yang telah Anda prediksi. Dalam hitung-hitungan Anda, seharusnya Anda profit namun ternyata Anda rugi. Apabila Anda berhadapan dengan kondisi seperti ini janganlah berkecil hati karena Anda masih bisa melakukan upaya tertentu untuk bisa meraih untung yakni dengan melakukan switching. Secara harafiah switching berarti mengganti. Dalam forex trading, Anda bisa memilih strategi switching untuk melakukan pergantian arah dengan menutup posisi Anda yang sedang merugi dan membuka posisi baru. Arahnya tentu berlawanan dengan posisi yang telah Anda tutup dengan harapan Anda bisa meraih keuntungan dari posisi kedua yang Anda buka. Profit yang didapat di posisi kedua harus lebih besar dari kerugian pada posisi pertama yang sudah Anda tutup.

Ada sejumlah syarat yang harus dipatuhi ketika Anda memilih strategi switching yakni, pertama, pastikan bahwa switching yang Anda lakukan dengan membuka posisi kedua yang berlawanan dengan posisi pertama hanya bila prediksi keuntungan di posisi kedua melebihi nilai kerugian dari posisi pertama yang akan Anda tutup. Kedua, lakukan switching ketika trend besar akan terbentuk, yaitu ketika terjadi breakout. Jika tidak yakin dengan prediksi yang kedua, sebaiknya Anda lakukan saja cut loss posisi pertama tanpa harus diteruskan dengan switching agar Anda tidak terombang ambing oleh pasar dan menderita kerugian dua kali.

Selain switching, berkaitan dengan risiko kerugian yang membayangi setiap keputusan trading Anda, Ada yang namanya cross hedging. Hedging artinya Anda membuka posisi berlawanan. Dengan hedging meskipun harga naik atau turun, nilai floating Anda tetap sama. Anda bisa melindungi posisi yang Anda miliki dengan hedging. Ketika menggunakan hedging, posisi Anda akan terkunci sehingga nilai keuntungan dan kerugian bergerak beriringan dengan kedua posisi yang saling berlawanan itu. Akan tetapi dengan melakukan cross hedging Anda membuka dua posisi berlawanan terhadap pasangan mata uang yang berbeda namun tetap serumpun.

Jika Anda melakukan cross hedging, perhatikan beberapa faktor berikut. Pertama, pergerakan pasangan mata uang serumpun tidak selamanya searah. Ada kalanya GBP/USD bergerak naik, namun EUR/USD bergerak turun. Kedua, pergerakan pasangan mata uang serumpun tidak selalu identik. Misalnya, GBP/USD menguat 5 poin, belum tentu EUR/USD bergerak sebanyak itu karena faktor fundamental mungkin memberi pengaruh berbeda kepada kedua pasangan mata uang ini.

Tatkala posisi Anda berlawanan arah dengan trend harga saat itu, atau arah sudah benar, Anda masih bisa meminimalisir kerugian atau memaksimalakan keuntungan dengan menggunakan strategi averaging. Secara harafiah averaging berarti merata-ratakan. Averaging berguna untuk merata-ratakan harga pada pembukaan posisi. Ini dimaksudkan agar dalam kondisi apapun nilai posisi yang Anda buka impas. Averaging pada saat trading berarti membuka posisi baru berdasarkan posisi lama meskipun harga pada saat itu bergerak berlawanan. Namun Anda harus yakin bahwa harga akan segera bergerak sesuai dengan prediksi Anda. Tipsnya, pertama, jika pasar bergerak sesuai prediksi Anda, lakukan averaging sebelum pasar mencapai titik jenuh. Kedua, bila pasar bergerak berlawanan dengan prediksi Anda, lakukan averaging saat pasar memasuki area jenuh.