Belajar Membuat Sistem Trading Sendiri

976
belajar forex

Anda mungkin saja telah mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli sistem trading yang belum tentu cocok dengan karakteristik Anda. Sebenarnya Anda bisa membuat sistem trading Anda sendiri yang sesuai dengan karakteristik Anda. Membangun sistem trading itu bukan perkara sulit, asalkan Anda mampu mengindentifikasi tren pergerakan harga sedini mungkin dan mampu menghindari whipsaw atau pergerakan harga yang cepat dan ekstrim. Jika sistem trading Anda mampu memenuhi kedua unsur ini maka peluang Anda untuk menjadi trader sukses semakin besar. Selanjutnya Anda tinggal mencari cara untuk bisa mengidentifikasi tren sedini mungkin sekaligus mengidentifikasi kemunculan sinyal palsu.

Langkah pertama yang harus Anda lakukan ketika membangun sistem trading yakni mengenali diri Anda sendiri, apakah Anda seorang day trade atau swing trade? Apakah Anda memantau chart tiap hari, tiap minggu, atau tiap bulan? Berapa lama Anda menahan posisi? Semua ini akan membantu Anda untuk menentukan time frame yang menjadi acuan analisis Anda. Meskipun Anda ingin menggunakan metode multiple time frame, Anda harus menentukan time frame mana yang Anda pergunakan untuk mencari entry signal. Langkah kedua, tentukan indikator trend. Untuk bisa mengidentifikasi trend sedini mungkin, Anda bisa menggunakan indikator yang bisa memenuhi tujuan tersebut. Salah satu indikator trend yang cukup populer adalah moving average. Teknik ini sangat sederhana, cepat dan mudah untuk mengidentifikasi potensi perubahan trend.

Lankah ketiga, gunakan indikator yang bisa mengonfirmasi trend. Sebuah sistem trading sejatinya mampu menghindari whipsaw atau setidaknya tidak terjebak oleh sinyal palsu. Anda harus memastikan bahwa sinyal yang muncul telah terkonfirmasi dengan arah trend yang sedang berlangsung. Konfirmasi sinyal biasanya menggunakan indikator momentum atau oscillator. Anda juga bisa menggunakan MACD atau RSI. Jika Anda sudah terbiasa maka Anda akan menemukan indikator yang cocok dengan gaya trading Anda. Masukkan indikator itu ke dalam sistem trading yang Anda bangun.

Keempat, tetapkan batasan risiko. Ketika membuat sistem trading, penting untuk menentukan tingkat toleransi atau batasan risiko yang siap ditanggung. Anda harus menentukan batasan risiko dalam batas kenyamanan Anda sendiri. Jangan meniru trader lain yang toleransi risikonya lebih tinggi dari Anda. Kelima, tentukan aturan entry dan exit atau membuka posisi dan menutup transaksi. Exit tidak hanya pada saat Anda meraih profit saja. Anda juga harus exit saat terjadi loss. Opsi mana pun yang Anda pilih, pastikan bahwa Anda mematuhinya. Jangan pernah membuka atau menutup posisi terlalu dini sebelum kondisinya sesuai dengan aturan atau sistem Anda.

Keenam, tulis semua aturan sistem trading Anda dan taati itu. Ketujuh, uji sistem trading Anda. Cara mudah untuk menguji sistem trading Anda adalah dengan menggunakan strategy tester di MetaTrader yang disebut jga sebgai backtesting. Jika sudah defenitif, terapkan semua aturan sistem trading Anda dengan jujur dan disiplin.