Belajar Membaca Indikator Moving Average dalam Forex Trading

3122

Moving Average (MA) adalah indikator forex trading untuk analisa teknikal trend pergerakan harga dalam rentang waktu tertentu sehingga anda dapat dengan mudah mengenali arah pergerakan harga secara umum.  Selain itu  Moving Average dapat digunakan untuk  mengetahui pembalikan arah trend (reversal) dan menentukan level support dan resistance.

belajar indikator forex moving average

Periode MA bisa diatur sendiri sesuai dengan kebutuhan contohnya  20,50 atau lainnya. Jika sekarang anda menggunakan grafik dengan time frame 1 jam dan periode MA 50  maka artinya nilai MA saat ini yaitu rata-rata data harga dalam rentang waktu 50 jam ke belakang.  Dengan kata lain anda sedang menggunakan data 50 Candle Stick terakhir dan menggambarkannya sebagai sebuah garis MA. Pilihan data harga yang dihitung MA bermacam-macam antara lain Open,High,Low,Close,Price,Typical Price,dll.

Jika pergerakan harga dibawah garis MA maka trennya adalah DOWNTREND sedangkan jika harga bergerak di atas garis MA maka trennya adalah UPTREND. Semakin tinggi tingkat kecuraman MA maka semakin kuat trendnya. Disaat kondisi UPTREND maka MA akan berfungsi sebagai SUPPORT dan sebaliknya apabila terjadi DOWNTREND maka garis MA berfungsi sebagai RESISTANCE.  Bila harga bergerak mendekati Moving Average maka seringkali harga akan berbalik arah kembali.

belajar indikator forex moving average

 

Perpotongan 2 garis MA pada periode yang berbeda bisa mengindikasikan perubahan trend. Jika MA periode cepat bersilangan dengan periode lambar dari atas ke bawah  maka hal ini akan menggambarkan trend turun. Begitu sebaliknya. Anda bisa gunakan kesempatan ini  sebagai entry point dan exit point.

Tipe MA yang biasa digunakan dalam forex trading antara lain: Simple Moving Area (SMA), Weighted Moving Area (WMA), dan Exponential Moving Area (EMA). Dari ketiganya yang paling sering digunakan oleh para trader adalah SMA dan EMA.

1. Simple Moving Area (SMA)

SMA adalah tipe Moving Average paling sederhana. Kelemahan SMA, yaitu  rentan terhadap lonjakan harga yang bisa memberikan sinyal palsu (fake signal).

belajar indikator forex trading Simple Moving AverageDari grafik dia atas bisa dilihat bahwa anda bisa melakukan open BUY pada saat garis SMA 50 berpotongan dengan SMA 50 dari bawah ke atas karena kondisi harga digambarkan sedang mengalami  trend naik. Begitu sebaliknya, lakukan open SELL pada saat garis SMA 50 memotong garis SMA 200 dari atas ke bawah karena trend sedang mengalami penurunan.

2. Weghted Moving Area (WMA)

Beberapa pedagang menemukan metode ini lebih relevan untuk penentuan trend khususnya di pasar yang bergerak sangat cepat.

belajar indikator forex WMA

Kelemahan WMA yaitu garis rata-rata yang dihasilkan mungkin lebih tidak beraturan. Hal ini menyulitkan untuk melihat fluktuasi trend pasar. Oleh karena itu, beberapa trader memilih untuk menggunakan  WMA dan SMA secara bersama sama.

3. Exponential Moving Average (EMA)

EMA memberikan bobot yang lebih dalam perhitungan harga rata-rata dalam rentang waktu tertentu. Efeknya adalah EMA cenderung lebih sensitif terhadap pergerakan harga , sehingga EMA bergerak sedikit lebih agresif daripada SMA.

ema vs sma

Kalau Anda adalah trader yang agresif dan ingin menggunakan MA yang bereaksi cepat terhadap pergerakan harga, maka EMA merupakan pilihan yang tepat. EMA bisa membantu Anda menangkap peluang lebih cepat dibandingkan SMA. Dengan demikian profit yang bisa Anda dapatkan tentunya akan lebih besar pula. Namun kekurangannya adalah Anda bisa saja terjebak oleh fake signal (sinyal palsu) yang diberikan oleh EMA.

SMA bereaksi lebih lamban pada pergerakan harga daripada EMA. Dengan demikian, peluang yang diberikan pun akan lebih lambat muncul. Artinya, profit yang dihasilkan pun akan lebih kecil. Namun kemungkinan terjebak oleh fake signal lebih kecil.

Nah dengan memahami Indikator Moving Average maka anda bisa menentukan saat yang baik untuk BUY dan SELL ketika anda sedang trading forex.