Belajar Memahami Pentingnya Risk dan Money Management dalam Forex Trading

1174
belajar forex

Forex trading merupakan sistem perdagangan alternatif yang memanfaatkan naik turunnya nilai dollar Amerika terhadap mata uang lainnya. Perdagangan ini telah diamini oleh peerintah dengan dikeluarkannya Undang-Undang Republik Indonesia No. 32 Thn 1997 Tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. Undang-Undang ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk melakukan transaksi jual beli yang terdaftar di lembaga Bappebti, dan salahsatunya adalah transaksi forex.

Bisnis transaksi jual beli dalam perdagangan alternatif memberikan beberapa kelebihan dibandingkan bisnis jual beli konvensional. Adapun beberapa kelebihan jual beli sistem perdagangan alternatif antara lain adalah:

1.    Likuiditas tinggi
Berbeda dengan jual beli di market konvensional, saat ada penjual menawarkan dagangan atau jasa maka tidak serta merta ada konsumen yang siap untuk menerima penawaran itu (membelinya). Namun di market sistem perdagangan alternatif amanat jual maupun beli selalu likuid dikarenakan adanya market maker yang menerima amanat jual atau beli tersebut.

2.    Tidak memerlukan ruang khusus (ruko/toko)
Saat seseorang memuali bisnis konvensional biasanya akan dibingungkan dalam memilih tempat untuk membuka usahanya. Dipilih tempat yang dinilai strategis, mungkin dekat dengan kampus, dekat dengan layanan public atau hal lainnya. Pemilihan tempat stategis akan berkaitan dengan biaya sewa tempat, semakin strategis tempat maka semakin tinggi biaya sewa. Dalam menjalankan bisnis jual beli di sistem perdagangan alternatif tidak memerlukan tempat khusus atau sewa tempat, karena bisnis di sistem perdangan alternatif menggunakan teknologi online trading dengan memanfaatkan koneksi internet melalui smarphone atau computer.

3.    Tidak memerlukan tenaga kerja atau karyawan
Transaksi di sistem perdagangan alternatif seperti trading forex dapat dilakukan dan dikerjakan sediri tanpa bantuan orang lain. Hal ini artinya tidak memerlukan pengeluaran biaya gaji karyawan.

4.    Biaya murah
Tanpa adanya biaya sewa tempat dan gaji karyawan, menjadikan bisnis di sistem perdagangan alternatif khususnya trading forex tidak memerlukan modal besar. Artinya untuk mencari keuntungan jauh lebih mudah.

5.    Mekanisme transaksi 2 arah
Kebanyakan bisnis konvensional dimulai dengan stok barang, atau memproduksi barang terlebih dahulu baru dapat menjual barang tersebut, jarang sekali dapat melakukan penjualan terlebih dahulu sebelum adanya barang. Hal ini dikatakan transaksi 1 arah. Transaksi forex di sistem perdagangan alternatif dapat melakukan amanah jual terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi beli. Hal ini dapat terjadi karena adanya market maker, artinya trader dapat melakukan beli terlebih dahulu ataupun melakukan amanah jual terlebih dahulu tergantung trend market. Sistem ini disebut dengan mekanisme transaksi 2 arah.

Sebagai bisnis jual beli secara sistem perdagangan alternatif, trading forex memiliki resiko seperti bisnis konvensional pada umumnya, yaitu berupa kerugian. Seseorang membuka toko pakaian memiliki resiko rugi saat pakaiannya tidak ada yang terjual atau dengan resiko lainnya seperti tokonya terbakar dan lainnya. Untuk menghindari resiko kerugian, tentunya kita memerlukan management resiko untuk menekan angka resiko tersebut.

Beberapa risk management yang dapat dilakukan trader dalam trading diantaranya adalah:

1.    Cut Loss / Buang Rugi
Cut loss adalah managemen risk yang dilakukan dengan segera menutup posisi yang telah ada dalam kondisi rugi dengan tujuan menghidari kerugian yang lebih besar karena melawan trend.

2.    Switching
Seperti namanya, “switching”, artinya adalah beralih, yaitu beralih dari posisi yang rugi menjadi posisi berlawanan dari posisi awal, dengan prediksi trend yang saat itu terjadi masih akan diteruskan.

3.    Averaging
Averaging adalah risk management yang dilakukan dengan menambahkan posisi sama dengan posisi yang telah ada dengan tujuan mencari nilai tengah atau rata-rata. Posisi baru diharapkan dapat mencover posisi awal yang telah floating loss, jadi tidak perlu menunggu posisi awal untung cukup mencari nilai impas.

4.    Locking / hedging
Locking atau kuncian adalah risk management yang dilakukan dengan jalan menambahkan posisi berlawanan dengan posisi awal yang telah floating loss, dengan tujuan mengamankan dana supaya tidak menderita kerugian lebih besar. Hampir sama tujuannya dengan cut loss, tetapi locking masih menyisakan posisi dikarenakan trader enggan kehilangan balance.

Risk management perlu diterapkan dalam trading dengan tujuan meminimalkan resiko yang ada, karena pada dasarnya semua bisnis ada resikonya. Ketidakmungkinan jika kita mengabaikaan resiko, melainkan meminimalkan resiko yang ada. Trader yang baik selalu tanggap atas semua resiko tersebut.