Belajar Analisa Teknikal Forex dengan Moving Average Crossover

Belajar Analisa Teknikal Forex dengan Moving Average Crossover

Dalam dunia trading analisa teknikal tidak terpisahkan. Ada banyak analisa teknikal yang bisa membantu trader untuk membaca pergerakan harga. Salah satu indikator yang paling populer untuk membaca indikator trend di pasar forex adalah Moving Average (MA).  MA sangat membantu trader ketika memutuskan untuk mengambil posisi transaksi atau entry di pasar forex. Indikator ini populer karena dianggap paling sederhana di antara indikator teknikal lainnya. Cara menghitung MA berdasarkan jumlah harga penutupan pada periode tertentu dibagi jumlah satuan waktu pada periode tersebut. Artinya, jika harga bergerak naik, kurva MA bergerak ke atas, sebaliknya ketika harga bergerak turun, kurva MA bergerak ke bawah.

Indikator MA bergerak lebih lambat dari pergerakan harga. Namun demikian para trader menganggapnya cukup mumpuni untuk mengidentifikasi trend harga yang sedang terjadi. Dengan itu mereka bisa memprediksi arah pergerakan harga selanjutnya. Bila indikator ini dikombinasi dengan beberapa periode atau multiple moving averages maka prediksi pergerakan harga akan semakin akurat. Banyak trader juga mengkombinasikan MA dengan oscillator sebagai konfirmasi sebelum mengambil keputusan entry.

Ada 3 manfaat utama indikator MA yaitu penyaring arah trend, penunjuk momentum entry dan identifikasi titik perpotongan atau crossover. Pertama, sebagai penyaring arah trend, MA cukup ideal. Trader hanya perlu menambahkan satu indikator lagi untuk konfirmasi momentum entry. Jika harga bergerak di atas kurva MA maka trend atau kecenderungan harga akan naik atau uptrend. Pada kondisi ini trader akan membuka posisi buy. Jika harga bergerak di bawah kurva MA maka akan terjadi downtrend atau harga cenderung turun. Dalam kondisi ini trader bisa membuka posisi sell.

Kedua, sebagai penunjuk atau pemicu untuk membuka posisi atau entry. Cara membacanya sederhana saja. Jika harga memotong kurva MA dan ditutup di atas atau di bawah garis kurva MA namun searah dengan trend  atua kecenderungan pergerakan harga yang sedang terjadi maka sentimen lanjut trend sedang kuat. Akan tetapi jika harga ditutup di bawah atau di atas garis kurva MA tetapi berlawanan dengan arah trend yang sedang terjadi, maka ada kemungkinanan kondisi pergerakan harga akan balik arah atau terjadi koreksi.

Ketiga, identifikasi titik perpotongan atau crossover. Titik potong atau crossover ini berguna sebagai konfirmasi terjadinya koreki atau pembalikan arah trend. Titik potong ini paling sering digunakan oleh para trader forex. Ada dua periode MA yang populer digunakan para trader yakni Simple Moving Average (SMA) 50 dan SMA 200. Keduanya sering disebut juga sebagai death cross atau sinyal sell dan golden cross atau sinyal buy. Periode MA ini bisa diterapkan pada semua time frame trading. Pada saat kurva MA untuk periode yang lebih cepat memotong kurva MA untuk periode yang lebih lambat dari atas ke bawah maka trader bisa mengambil posisi transaksi atau entry sell. Jika kurva MA untuk periode yang lebih cepat memotong kurva MA untuk periode yang lebih lambat dari bawah ke atas, maka trader bisa mengambil posisi transaksi atau entry buy.

error: Content is protected !!