Apa itu Sistem Trading

822

Yang dimaksudkan dengan sistem trading adalah serangkaian aturan yang dibuat untuk dilaksanakan saat seseorang melakukan aktivitas trading. Sistem trading menjadi semacam panduan atau susunan acara dalam kegiatan trading. Sistem trading membantu seorang trader untuk melakukan aktivitas trading dengan strategi yang tepat dan kemudian bisa mengevaluasi hasilnya sehingga bisa mencapai hasil maksimal di kemudian hari. Sistem trading merupakan perpaduan antara analisa teknikal dan fundamental serta money management. Seorang trader harus bisa mengembangkan sistem tradingnya sendiri karena profit yang didapat dalam setiap trading bukan berasal dari tebakan, primbon, sulap atau feeling. Sistem trading diperlukan agar dana yang sudah diinvestasikan bisa berkembang.

Karena itu, sebagai sebuah aturan, sistem trading sudah harus disusun oleh trader sejak awal trading untuk dijalankan secara konsisten dan kontinyu. Sistem trading bisa berbeda-beda antara para trader. Akan tetapi ada kriteria umum yang harus dipenuhi dalam setiap penyusunan sistem trading. Pertama, pilih produk yang akan ditradingkan. Anda bisa memilih indeks, forex, komoditi dan lain-lain. Ada begitu banyak produk di pasar keuangan yang bisa Anda transaksikan untuk mendapatkan profit. Jika Anda memilih untuk trading di pasar mata uang atau forex, maka ada banyak pilihan untuk Anda antara lain USD/JPY, AUD/USD, EUR/USD dan lain-lain. Bila memilih komoditi, maka ada beberapa pilihan untuk Anda seperti emas, minyak, atau perak. Jika indeks yang Anda pilih, maka ada beberapa alternatif untuk Anda tradingkan seperti Hang Seng, Kospi, Nikkei dan lain-lain.

Kedua, tentukan waktu transaksi. Ini penting karena aktivitas trading terutama di forex berlangsung selama 24 jam setiap hari kerja Senin-Jumat. Anda harus mengenal pasar mana yang paling ramai antara Asia, Eropa dan Amerika. Di antara ketiga pasar ini pasar Eropa dan Amerika adalah pasar tersibuk. Banyak trader Indonesia memilih bertransaksi di pasar ini. Ketiga, tentukan ukuran (lot) per transaksi. Ini harus dilakukan karena ukuran lot erat berkaitan dengan kemampuan modal Anda dan leverage yang Anda pakai. Aturan lot dalam sistem trading forex berbeda-beda. Ada yang 5% dari modal, 3%, dan seterusnya. Semakin besar ukuran lot per transaksi, profit yang Anda kumpulkan juga besar, jika rugi, maka besar pula kerugian Anda. Pilih persentase yang bisa Anda jangkau.

Keempat, tentukan waktu untuk buka dan tutup posisi. Anda tidak bisa main tebak-tebakan di sini. Pasar forex akrab dengan analisa dan indikator, teknikal maupun fundamental. Jika Anda seorang scalper ada seperangkat indikator Moving Average, Anda bisa membuat aturan untuk bertrading hanya jika ada sinyal pada timeframe 5 menit atau 10 menit. Kalau sudah masuk, tentu harus keluar entah Anda profit, loss, ataupun impas (BEP). Anda bisa memasang stop loss atau take profit sesui dengan analisa Anda.

Kelima, tentukan rasio risk/reward atau manajemen risiko. Rasio antara risk/reward merupakan perbandingan antara target profit yang diharapkan dan kerugian yang bisa ditanggung. Tidak logis bila target profit Anda 10 poin, tetapi stop loss 50 poin. Manajemen risiko berisi aturan saat Anda mengalami loss apakah Anda memilih cut loss, switching dari buy ke sell atau yang lainnya. Inilah sistem trading yang semuanya bisa Anda kembangkan sendiri